|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 18 January 2012 10:36 |
|
We Can Goes To Campus “Ends All Violence Against Women”

Untuk memperkenalkan dan sebagai media publikasi Launching Nasional We Can Indonesia yang diadakan di Jakarta, 21 Maret 2009, maka diadakannya beberapa kegiatan pre-launching. Salah satu kegiatannya adalah We Can Goes to Campus dengan ruang lingkup instiusi pendidikan dan sasarannya adalah youth dan akademisi.
We Can Goes to Campus dilaksanakan pada tanggal 26 Februari 2009, di Ruang AJB Bumiputera, FISIP-Universitas Indonesia, dengan pertimbangan bahwa Universitas Indonesia merupakan perguruan tinggi terbesar di Jabodetabek. Turut mengundang mahasiswa/i dan akademisi dari lima Perguruan Tinggi di sekitar, yaitu Universitas Gunadarma, Universitas Pancasila, Institute Ilmu Sosial Politik (IISIP), Bina Sarana Informatika (BSI-Depok), dan Universitas Nasional (UNNAS). Peserta yang hadir tidak hanya dari kalangan mahasiswa, tetapi juga dari komunitas dan masyarakat sekitar yaitu Komunitas Ungu, Pacivis, peserta dari daerah Pamulang, Pondok Cina, Gresik, Ciganjur serta Meruya.
We Can Goes To Campus terbagi menjadi dua rangkaian kegiatan, yaitu Kuliah Terbuka dan Pameran Foto. Pada kuliah terbuka sesi I yang membahas tentang kekerasan terhadap perempuan yang mendatangkan tiga narasumber yaitu Kristy Poerwandari (Psikolog), Endah Sulistyowati (Pusaka Gender dan Seksualitas FISIP UI), Yohana Tantria (LBH-APIK Jakarta dan Perwakilan We Can), serta Kuliah Terbuka sesi II yang membahas tentang penerapan Kampanye We Can di kampus yang diisi oleh Yudith Sari Dewi (Solidaritas Perempuan) dan Iwan Pirous, Ssos, MA (Antopologi UI). Acara ini dihadiri sekitar 160 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan akademisi.
Pada pameran foto menampilkan hasil karya mahasiswa Antropologi UI dan UNAIR yang bertemakan “Anti Kekerasan Terhadap Perempuan” dan dilaksanakan sejak tanggal 23-26 Februari 2009 di lingkungan FISIP UI. Suksesnya We Can Goes To Campus sebagai pre-launching nasional menandakan bahwa civitas akademika mendukung hidup terhormat tanpa kekerasan terhadap perempuan. (Anna) |
|
Last Updated on Wednesday, 18 January 2012 10:50 |
|
We Can Goes to Campus-Pameran Foto |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 18 January 2012 09:34 |
|
Pameran Foto dan Poster We Can Goes To Campus ”Anti Kekerasan Terhadap Perempuan”
Pameran yang diadakan mulai tanggal 23-26 Februari 2009 di sepanjang koridor depan gedung B-C FISIP Universitas Indonesia, menarik keingintahuan mahasiswa mengenai potret anti kekerasan terhadap perempuan dalam bentuk foto dan poster.
Pameran ini merupakan rangkaian kegiatan We Can Goes To Campus yang diselengarakan oleh Solidaritas Perempuan dan Oxfam Novib bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Antropologi (HeMan) UI.
Pameran Foto hasil karya mahasiswa Antropologi yang bergelut di bidang komunikasi visual dan karya mahasiswa Antropologi UNAIR yang terpilih sebanyak 24 buah dipamerkan di partisi yang berhiaskan lampu sorot sehingga pengunjung bisa melihat dengan jelas keindahan karya-karya tersebut, meskipun di malam hari.
Berikut adalah dua contoh karya fotografi yang dipamerkan :

Oleh Dipta Wahyu – Mahasiswa Antopologi UNAIR Judul : ”mereka bersama menuntut keadilan” Foto laki-laki dan perempuan ini merupakan bentuk realitas dari adanya kesamaan hak untuk dapat hidup dan memperoleh keadilan demi terwujudnya pancasila Foto ini merupakan korban lumpur lapindo yang sampai saat ini belum mendapatkan ganti rugi dari pihak-pihak terkait dan dengan susahnya birokrasi diindonesia ini menyebabkan rakyat kita baik laki-laki maupun perempuan masuk dalam belenggu dunia-dunia kontemporer yang paradoks.

Oleh Ignatia Dyahapsari – Komunitas Visual Antropologi UI Judul “Behind A Great Man, There’s A Great Women” Banyak orang yang mengatakan pria yang hebat tentu memiliki wanita pendamping yang hebat. Hal tersebut berarti sesungguhnya wanita memang hebat dan tidak ada bedanya dengan pria.
|
|
Last Updated on Wednesday, 18 January 2012 10:15 |
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 18 January 2012 09:32 |
|
Aksi Damai We Can Indonesia
Kampanye We Can Indonesia untuk menggalakkan Hidup Terhormat tanpa Kekerasan terhadap Perempuan melakukan aksi damai yang berlangsung di Bundaran Hotel Indonesia. Ini merupakan sebuah momentum perubahan, sekaligus menjadi puncak dari Launching Nasional Kampanye We Can Indonesia dengan membawa pesan menghapuskan kekerasan terhadap perempuan. Gemerlap lampu jalan serta kobaran api obor dan lilin mengiringi 150 peserta aksi dari berbagai daerah di Indonesia yang mengenakan pakaian adat dan juga kaos We Can Indonesia. Mereka membawa pesan tentang penolakan dan penghapusan serta renungan akan meningkatnya kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Indonesia. Sekarang saatnya untuk melakukan perubahan dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan. I Can, You Can, and We Can, Yes We Can! |
|
Last Updated on Wednesday, 18 January 2012 10:15 |
|
Launching Nasional We Can Indonesia |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 18 January 2012 09:17 |
|
Launching nasional We Can End All Violence Against Women “Hidup Terhormat Tanpa Kekerasan Terhadap Perempuan”

Kampanye We Can merupakan metode alternatif dengan melakukan perubahan sikap atau perilaku setiap individu secara berantai dengan skala cukup besar, sehingga menghasilkan sebuah gerakan yang mampu menghapuskan kekerasan terhadap perempuan. Solidaritas Perempuan bersama Oxfam Novib dan jaringan We Can Indonesia menyelenggarakan launching nasional “End All Violence Against Women” tanggal 21 Maret 2009 di Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia yang dihadiri oleh peserta perwakilan dari seluruh Indonesia, seperti Aceh, Medan, Padang, Palembang, Karawang, Cianjur, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Makassar, Palu, Poso, Gorontalo, Manado, NTT, NTB, Papua, dan Jabodetabek. Khalayak sasaran dari kegiatan tersebut ialah perempuan akar rumput, masyarakat pedesaan, masyarakat perkotaan, youth, aktivis, seniman, media, individu pemerintah, dll.
Rangkaian acara dibuka oleh Prof. Dr. Saparina Sadli sebagai key note speaker, Risma Umar selaku koordinator We Can Indonesia dan ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan. Kemudian dilanjutkan panel diskusi I: Potret kekerasan terhadap perempuan terhadap perempuan yang dilihat dari berbagai perspektif, dengan narasumber antara lain Dolorosa Sinaga, K.H. Hussayn Muhammad, Pdt. Emy Sahertian, Chusnul Mariah, Titi Soentoro, serta Suraiya Kamaruzzaman. Dilanjutkan dengan testimonial change maker dari Wartiyah (Jakarta), Nurlela (Makassar), dan Tuan Guruh (NTB). Panel diskusi II mengenai Kampanye We Can: Sebuah Metode Alternatif dengan narasumber Zohra Andi Baso, Risma Umar, Yohana Tantria, Alfianda Mariawati, Megah Puriningrum, dan Beauty Erawati
Selain itu launching nasional dimeriahkan oleh performa musik dari Kelompok Kerudung Hitam-Makassar, pembacaan puisi oleh Leo Lintang serta teater “Viva Setara” oleh Komunitas Rewind. Puncak dari kegiatan ini adalah dengan menggelar aksi damai di sepanjang Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Selatan pada pukul 20.00 WIB. Aksi damai ini diikuti oleh peserta Launching Nasional. Pada aksi ini, We Can Indonesia dan Solidaritas Perempuan memberikan pernyataan sikap dan press release bahwa menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.
|
|
Last Updated on Wednesday, 18 January 2012 10:34 |
|