mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday150
mod_vvisit_counterYesterday64
mod_vvisit_counterThis week214
mod_vvisit_counterLast week372
mod_vvisit_counterThis month1605
mod_vvisit_counterLast month3816
mod_vvisit_counterAll days15087

We have: 1 guests online
Your IP: 38.107.179.236
 , 
Today: May 20, 2012


Aliansi We Can Yogyakarta
Media Kampanye PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 03 February 2012 10:50

Performance Art
Aliansi We Can Yogyakarta melaksanakan pentas seni pada tanggal 29 Desember 2010 di Pendopo, Kretek kecamatan, Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh 123 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 78 perempuan dan 45 laki-laki. Menampilkan seni Ketoprak berjudul Bruhuh Madiun, yang bercerita mengenai seorang putri yang mencoba untuk menyelamatkan kerajaan ayahnya (kerajaan Madiun) dari dari kerajaan Mataram yang ingin memperluas kaerah kekuasaanya. Sejak awal sang putri menggunakan kekerasan, namun pada akhirnya dia menempuh jalur damai untuk menghentikan jatuhnya korban. Para pemain ketoprak adalah change maker (Hery, Tutik, dan Tri Tunggul) dan potensial change maker dari kelompok Parjiono dan kelompok Ketoprak Mataram. Tujuan dari pentas seni ini adalah untuk mengkampanyekan pesan Kampanye We Can untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan melalui visualisasi pada jaman kerajaan, serta menggunakan budaya dan bahasa lokal; ketoprak, sangat dikenal oleh anggota komunitas/masyarakat.


Talk Show Radio
Aliansi We Can Yogyakarta juga mengadakan talk show radio pada bulan Agustus di:

  • Global FM sebanyak 2 kali, dengan narasumber oleh Alamsyah dan Harti
  • Swarakota FM sebanyak 1 kali, dengan narasumber oleh Istiatun


Semua narasumber memberikan materi mengenai Kampanye We Can, isu kekerasan terhadap perempuan, dan kekerasan berbasis gender, serta mendorong pendengar radio untuk melakukan perubahan dan berpartisipasi dalam gerakan Kampanye We Can untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan.

Last Updated on Friday, 03 February 2012 10:51
 
We Can Diskusi Publik PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 03 February 2012 10:49

Diskusi Publik

Kegiatan dilaksanakan di Sargede Hotel, Jl. Pramuka Kavling 5.F. Umbulharjo-Yogyakarta pada tanggal 27 Desember 2010, dan dihadiri oleh 65 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 48 perempuan dan 17 laki-laki. Tema yang diangkat adalah “Kekerasan terhadap perempuan sebuah kekerasan hak azasi manusia dan usaha untuk mendorong Kampanye We Can sebagai gerakan sosial untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan di Indonesia”. Tujuan kegiatan, yaitu; (1) mendiskusikan tentang isu kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan berbasis gender di komunitas/kampus, (2) mendiskusikan tentang bagaimana untuk mendukung Kampanye We Can di Indonesia, (3) mendiskusikan tentang perubahan perilaku dan sikapdapat mendorong Kampanye We Can di Indonesia, dan (4) Deklarasi individu; peserta sebagai change maker. Kegiatan ini diorganisir oleh aliansi We Can Yogyakarta dan change maker.

Alur kegiatan:

  • Pembukaan oleh Suharti (perwakilan Tim Inti Wilayah Java II ), beliau juga berperan sebagai moderator
  • Sambutan dari Ibu H. Sri Surya Widati Bupati Bantul kecamatan dan Ibu Ida Idam Samawi
  • Kata pembuka dari Nurmawati (Ketua panitia Diskusi Publik) dan Hikmah Diniah (koordintaor aliansi We Can Yogyakarta)
  • Presentasi “kekerasan berbasis gender sebagai kejahatan hak asasi manusia dan pola penanganan kasus” oleh Dr. Sari Murti, SH.Hum (FPK2PA)
  • Presentasi “Perubahan Perilaku dan Sikap sebagai dukungan untuk gerakan Kampanye We Can” oleh Aditya Putra Kurniawan (Rifka Annisa – aliansi We Can Yogyakarta)
  • Presentasi”Mengakhiri kekerasan terhadap perempuan melalui Kampanye We Can” oleh Hikmah Diniah (koordinator aliansi We Can Yogyakarta)
Last Updated on Friday, 03 February 2012 10:50
 
We Can Goes to Campus PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 03 February 2012 10:47

We Can Goes to Campus

Kegiatan dilaksanakan di Gedung Realino building, Kampus USD, Yogyakarta, pada tanggal 2 Desember 2010. Dihadiri oleh 69 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 29 perempuan dan 40 laki-laki. Tema yang diangkat yaitu “dialog interaktif untuk hidup terhormat tanpa kekerasan terhadap perempuan”, dengan tujuan untuk mengembangkan analisis peserta terhadap kondisi kekerasan terhadap perempuan di level institusi pendidikan dan mensosialisasikan Kampanye We Can untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan di tingkat Kampus (dengan Khalayak sasaran dari pemuda, mahasiswa, dan akademisi). Kegiatan ini diorganisir oleh change maker dari Kampus USD Yogya, dengan Ketua panitia Etry, dan pembawa acara Bayu dan Irene, dan dimoderatori oleh Lita.

Alur kegiatan:

  • Pembukaan oleh Hikmah Diniah perwakilan aliansi We Can Yogyakarta
  • Sambutan dari Richi (Ketua LPM Natas dan Sekjen- PPMI) dan Etry (Ketua panitia dialog interaktif We Can Goes to Campus)
  • Performance art oleh Tremolo Band dengan lagu “Cahaya Bulan” dari original soundtract “GIE”
  • Presentasi “Kekerasan terhadap perempuan dalam perspektif akademis” dari Yusnita (dosen ilmu agama dan budaya – pasca sarjana USD Yogyakarta)
  • Presentasi “Kekerasan terhadap perempuan dalam perspektif media” dari Bambang Muryanto (Aliansi Jurnalis Independent)
  • Presentasi “Kekerasan terhadap perempuan dalam perspektis kesetaraan gender” dari Dra. Budi Wahyuni (Ketua LBH APIK Yogyakarta)
  • Presentasi “Kampanye We Can untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan” dari Hikmah Diniah (koordinator aliansi We Can Yogyakarta)
  • Diskusi dan Tanya jawab
  • Deklarasi untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dari seluruh peserta
Last Updated on Friday, 03 February 2012 10:49
 
We Can Diskusi Antar Kampung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 03 February 2012 10:46

Diskusi Antar Kampung

Kegiatan dilaksanakan di Gedung Demangan Kopen, Yogyakata, pada tanggal 26 November 2010, dihadiri oleh 27 potensial Change maker dan change maker, terdiri dari 21 perempuan dan 6 laki-laki. Tema yang diangkat adalah “Gerakan Kampanye We Can sebagai sebuah kampanye untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan”. Tujuan utama dari kegiatan diskusi antar kampung, yaitu; (1) untuk menguatkan dan meningkatkan kapasitas para change maker dan potensial change maker akan Kampanye We Can, dan (2) untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas para change maker dan potensial change maker pada isu kekerasan terhadap perempuan, serta bagaimana menganalisis kasus kekerasan terhadap perempuan. Difasilitasi oleh Hikmah Diniah yang memberikan materi seperti (1) Gerakan Kampanye We Can (Kampanye We Can, latar belakang, strategi, mekanisme, prinsip, visi, misi, Tujuan, struktur, dll), (2) Isu kekerasan terhadap perempuan (penyebab dan bentuk), dan (3) Bagaimana mengangani atau menghadapi kasus kekerasan terhadap perempuan. Fasilitator menggunakan metode deskripsi, analisis kasus, dan diskusi kelompok.

Presentasi dari tiap kelompok:

  • Kelompok I dengan “kasus pembunuhan bayi”  menyebabkan trauma pada ibu
  • Kelompok II dengan “Perempuan, sebagai Change maker, mendorong anggota komunitas untuk membuat perubahan dan berpartisipasi dalam Kampanye We Can untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan, terutama di komunitas mereka”
  • Kelompok III dengan “Bentuk kekerasan terhadap perempuan; eksploitasi Seksual dan Kekerasan terhadap perempuan karena faktor ekonomi”


Dari setiap presentasi, fasilitator memulai diskusi tentang bagaimana mereka sebagai seorang change maker dapat melakukan perubahan dalam kasus kekerasan terhadap perempuan, dan solusi alternative dalam menghadapi kekerasan semacam itu.

Outcome:

  • Telah meningkatnya pemahaman dan kapasitas pada isu kekerasan terhadap perempuan pada potensial change maker
  • Telah meningkatnya pemahaman dan kapasitas dalam kampanye We Can, termasuk strategi dan metode, untuk potensial change maker dan change maker
  • Telah meningkatnya kapasitas para potensial change maker dan change maker untuk mendorong individu lain untuk melakukan perubahan
  • • Kapasitas para change maker untuk menganalisa kasus kekerasan terhadap perempuan telah meningkat
Last Updated on Friday, 03 February 2012 10:47
 
We Can Diskusi Kampung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 03 February 2012 10:43

We Can Goes To Kampung

Kegiatan dilaksanakan di:

  • Dusun Banjaran Karang Asem, Kecamatan Paliyan Gunung Kidul, Kabupaten Yogyakarta, pada tanggal 9 Agustus 2010. Kegiatan telah dilakukan 2 kali, yaitu; diskusi kampung pertama, dihadiri oleh 31 potensial Change maker dan change maker, terdiri dari 30 perempuan dan 1 laki-laki, dan kedua dihadiri oleh 36 pontential change maker dan change maker, terdiri dari 17 perempuan dan 19 laki-laki. Peserta merupakan kelompok target sasaran; seperti ibu rumah tangga, pemuda, dan anggota Sanggar Srawung. Kegiatan ini difasilitasi dan diorganisir oleh Ana, Nurmawati, dan Unay
  • Gedung MI Maulana Maghribi, Kecamatan Pudong Bantul, Yogyakarta pada bulan Agustus 2010, dan dihadiri oleh 20 potensial Change maker dan change maker, terdiri dari 12 perempuan dan 8 laki-laki. Peserta merupakan anggota pemuda group Fatayat NU-Pundong Bantul Yogyakarta. Kegiatan ini diorganisir oleh Hery dan difasilitasi oleh Rahmat Alamsyah
  • Dusun Krekah Gilangharjo, Kecamatan Pdanak Bantul, Yogyakarta pada bulan Agustus 2010, dan dihadiri oleh 20 potensial Change maker dan change maker, terdiri dari 4 perempuan dan 16 laki-laki, yang merupakan kalangan pemuda. Kegiatan ini diorganisir oleh Devi dan difasilitasi oleh Nurmawati. Pada sesi pembukaan, fasilitator memainkan video klip lagu dari NIDJI (Band dari Indonesia) yang menggambarkan seorang gadis korban kekerasan dari pacarnya dan lingkungannya, karena hamil diluar nikah. Dan dijadikan sebagai materi diskusi, terutama diantara kalangan pemuda
  • Rumah Bapak. Dalang di Desa Timoho, Baciro, Kecamatan Gondokusuma, Yogyakarta pada bulan Oktober 2010, dan dihadiri oleh 38 potensial Change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini diorganisir dan difasilitasi oleh Istiatun.
  • Dusun Warung Piring, Yogyakarta, pada tanggal 5 Oktober 2010, dan dihadiri oleh 20 potensial Change maker dan change maker, terdiri dari 5 perempuan dan 15 laki-laki. Seluruh peserta adalah anggota Karang Taruna dusun Warung Piring (pemuda). Dalam diskusi ini juga dihadiri oleh Kepala dusun Warung Piring, yang memberikan dukungan terhadap Kegiatan Kampanye We Can di Desanya. Kegiatan ini diorganisir dan difasilitasi oleh Tri dan Suharti.
  • Dusun Bojong Wonolelo Pleret, Kecamatan Bantuk kecamatan, Yogyakarta, pada tanggal 7 Oktober 2010, dan dihadiri oleh 30 potensial Change maker dan change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini diorganisir oleh Mukimen dan difasilitasi oleh Hikmah Diniah dan Tutil Purwaningsih
  • Dusun Karet, Kecamatan Pleret Bantul, Yogyakarta, pada tanggal 14 Oktober 2010, dan dihadiri oleh 14 potensial Change maker, seluruhnya adalah perempuanperempuan. Kegiatan ini diorganisir oleh Susi dan Sisi, dan difasilitasi oleh Alamsyah dan Revi
  • Desa Klisat Desa, kecamatan Pudong Bantul, Yogyakarta, pada tanggal 17 Oktober 2010, dihadiri oleh 26 potensial Change maker dan change maker, terdiri dari 25 perempuan dan 1 laki-laki. Pada diskusi ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Klisat. Kegiatan ini diorganisir oleh Gati dan difasilitasi oleh Suharti
  • Dusun Sono Parangtritis, Kecamatan Kretek Paris Bantul, Yogyakarta pada tanggal 18 Oktober 2010, dan dihadiri oleh 48 potensial Change maker dan change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini diorganisir oleh Ndari dan difasilitasi oleh Unay Juangsih dan Tutik Purwaningsih.
  • Dusun Mojosari, Wonolelo Bantul kecamatan, Yogyakarta pada tanggal 21 Oktober 2010, dan dihadiri oleh 12 Potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini diorganisir oleh Windarsih dan difasilitasi oleh Rahmat Alamsyah dan Tutik Purwaningsih.
  • Ibu Rujilah house, Gunung Kelir Desa, Pleret Bantul kecamatan, Yogyakarta pada tanggal 30 Oktober 2010, dan dihadiri oleh 25 Potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan, dari kelompok Perempuan Gunung Kelir perempuan. Kegiatan ini diorganisir oleh Rujilah dan difasilitasi oleh Anis.S
  • Dusun Kadisuro, Pdana Bantul kecamatan, Yogyakarta pada tanggal 31 Oktober 2010, dan dihadiri oleh 25 Potensial change maker, terdiri dari 24 perempuan dan 1 laki-laki, seluruh peserta merupakan anggota PKK, Balai Perempuan, dan kelompok Bangun Tresno Dusun Kadisoro Pdanak Bantul Yogyakarta. Kegiatan ini diorganisir oleh Susi Wahyuningsih dan Saryani, juga difasilitasi oleh Suharti.
  • Dusun Kadisoro, Pdanak Bantul, Yogyakarta pada tanggal 21 November 2010, dihadiri oleh 20 Potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan, dari remaja dan pemuda. Kegiatan ini diorganisir oleh Saryani dan difasilitasi oleh Suharti
  • Rumah Ibu Wiwin, Dusun Parangkusumo, Yogyakarta, dihadiri oleh 23 Potensial change maker, terdiri dari 20 perempuan dan 3 laki-laki. Kegiatan ini diorganisir oleh Watin dan difasilitasi oleh Unay dan Hikmah Diniah
  • 15. Minormartani Desa, Sleman kecamatan, Yogyakarta, dihadiri oleh 17 Potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini difasilitasi dan diorganisir oleh Unay
Last Updated on Friday, 03 February 2012 10:45
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3

Search

@wecan_indonesia

wecan_indonesia: lomba kreatif We Can Indonesia, foto/gambar/desain yang bertemakan "Perempuan Saat Ini" sampai tanggal 21 Mei 2012 http://t.co/rqsf2urX
Facebook Image