|
Written by Administrator
|
|
Friday, 03 February 2012 10:34 |
|
Diskusi Publik
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2010 di Aula Kecamatan Jagir, Surabaya, yang dihadiri oleh 38 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 31 perempuan dan 7 laki-laki. Difasilitasi dan diorganisir oleh Managemen aliansi We Can Surabaya dan change maker, seperti Wiwik, Sulis, dan Ita.
Materi yang disampaikan dalam diskusi publik adalah:
- Isu kekerasan terhadap perempuan, dari pengertian berdasarkan UU atau hukum dan kebijakan, korban dan pelaku kekerasan, penyebab, dan dampak kekerasan
- Strategi yang dapat dugunakan untuk mengurangi dan bahkan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, salah satunya adalah Kampanye We Can
- Prinsip Kampanye We Can, strategi, metode, aksi, dan change maker
- Pembahasan kondisi peserta dan pemahaman pada isu kekerasan terhadap perempuan dan Kampanye We Can
|
|
Last Updated on Friday, 03 February 2012 10:35 |
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 03 February 2012 10:31 |
|
We Can Goes to Campus
Aliansi We Can Surabaya telah melaksanakan kegiatan We Can di Kampus atau tingkat Universitas, sebanyak 2 kali, yaitu; Pertama; pada tanggal 26 Agustus 2010 di UNAIR dan dihadiri oleh 203 potensial Change maker dan change maker, terdiri dari 124 perempuan dan 79 laki-laki. Dionrganisir oleh change maker We Can Surabaya, yaitu Rena Setya, Wiwik, dan Wahyu. Proses pelaksanaan kegiatan We Can Goes to Campus cukup memakan waktu yang lama, terutama pada bulan Agustus yang bertepatan dengan Liburan Semester. Dengan situasi tersebut, aliansi We Can Surabaya menggunakan upacara penerimaan Mahasiswa baru (OSPEK) dan bekerja sama dengan Organisasi internal kampus untuk membuat INTELEKTUAL OSPEK TANPA KEKERASAN.
Kedua; pada tanggal 24 September 2010 di Gedung Denpora Surabaya, Propinsi Jawa Timur; yang dihadiri oleh 63 potensial Change maker dan change maker, terdiri dari 44 perempuan dan 19 laki-laki. Kegiatan ini diorganisir dan difasilitasi oleh Maria Mustika, Wiwik Afifah, dan Ayudya Ki.
Ada beberapa diskusi yang dilakukan, seperti:
- Kesetaraan Gender dan ketidaksetaraan dalam isu kekerasan berbasis gender dan isu kekerasan terhadap perempuan.
- Isu kekerasan terhadap perempuan, dari pengetian berdasarkan UU atau hukum dan kebijakan, korban dan pelaku kekerasan, penyebab, dampak, sampai strategi untuk mengurangi dan mengakhiri kekerasan terhadap perempuan
- Kampanye We Can, prinsip, strategi, dan metode untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan, termasuk peran change maker
- Strategi untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan bagaimana untuk tidak menjadi korban dan/atau pelaku kekerasan
|
|
Last Updated on Friday, 03 February 2012 10:34 |
|
|
We Can Diskusi Antar Kampung |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 03 February 2012 10:30 |
|
Diskusi Antar Kampung
Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 25 September 2010 di Gedung Denpora Surabaya, Propinsi Jawa Timur; dan dihadiri oleh 79 potensial Change maker dan change maker, terdiri dari 66 perempuan dan 13 laki-laki. Diorganisir dan difasilitasi oleh Maryani, Adjeng Niken, Yuli A. Heprihati Ningsih, Joko Siswantoro, dan Wahyu Setiawan, dengan agenda utama yaitu; (1) berbagi pengalaman keberhasilan dalam melakukan perubahan diri sendiri dan mendorong individu lain untuk melakukan perubahan untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan, (2) mendiskusikan strategi yang telah dilakukan dalam Kegiatan Kampanye We Can dan mengimplementasikan perubahan ke dalam kehidupan mereka atau komunitas mereka, sebagai salah satu upaya untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, dan (3) penyampaian materi oleh narasumber mengenai solusi alternatif untuk menghadapi kesulitan/hambatan/tantangan yang ditemukan di lapangan, dari mendorong individu lain maupun melakukan sosialisasi isu kekerasan terhadap perempuan melalui pendekatan personal atau lingkup domestik. |
|
Last Updated on Friday, 03 February 2012 10:30 |
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 03 February 2012 10:27 |
|
We Can Goes To Kampung
Kegiatan diskusi kampung telah dilaksanakan di 5 desa, yaitu:
- Desa Manukan Kulon, pada tanggal 22 Agustus 2010, dan dihadiri oleh 22 potensial Change maker Potensial, terdiri dari 17 perempuan dan 5 laki-laki. Kegiatan ini difasilitasi oleh Wiwik dan Nanang.
- Rumah Ibu Maryani, Desa Banyuurip, dihadiri oleh 18 potensial Change maker, terdiri dari 14 perempuan dan 4 laki-laki. Kegiatan ini difasilitasi oleh Rena dan Maryani
- Desa Genting, Kecamatan Ase Bapakowo, pada tanggal 4 September 2010, dan dihadiri oleh 18 potensial Change maker, terdiri dari 15 perempuan dan 3 laki-laki. Kegiatan ini difasilitasi oleh Ermin dan Ifa
- RW V, Desa Ubi pada tanggal 9 November 2010, dihadiri oleh 20 potensial Change maker dan change maker, terdiri dari 17 perempuan dan 3 laki-laki. Kegiatan ini difasilitasi dan diorganisir oleh Rena, Nilam, Wiwik, dan Sulis. Pada kegiatan ini, fasilitator juga menginformasikan mengenai kegiatan Karnaval Kampanye We Can Surabaya dan berharap semua peserta dapat berpartisipasi di dalam karnaval tersebut
- Taman Kanak-kanak Harapan Bunda, Desa Manukan Kulon, dihadiri oleh 25 potensial Change maker dan change maker, terdiri dari 18 perempuan dan 7 laki-laki. Kegiatan ini difasilitasi dan diorganisir oleh Nanang, Heprtihati, dan Wulan. Dalam kegiatan ini, fasilitator juga menginformasikan mengenai kegiatan Karnaval Kampanye We Can Surabaya dan berharap semua peserta dapat berpartisipasi di dalam karnaval tersebut
Materi untuk diskusi kampung, yaitu:
- Kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di komunitas dan mengkategorikannya ke dalam bentuk-bentuk kekerasan
- Isu kekerasan terhadap perempuan dan akibatnya
- Kampanye We Can, dari sejarah atau latar belakang, prinsip, metode, strategi, dan kenapa penting setiap individu melakukan perubahan dan menjadi Change maker
- Kampanye We Can sebagai salah satu alternatif untuk melakukan perubahan perilaku dan sikap terhadap korban dan pelaku kekerasan, dan menjadi change maker yang aktif di dalam komunitas
|
|
Last Updated on Friday, 03 February 2012 10:29 |
|