mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday150
mod_vvisit_counterYesterday64
mod_vvisit_counterThis week214
mod_vvisit_counterLast week372
mod_vvisit_counterThis month1605
mod_vvisit_counterLast month3816
mod_vvisit_counterAll days15087

We have: 1 guests online
Your IP: 38.107.179.239
 , 
Today: May 20, 2012


Aliansi We Can Sumbawa
Media Kampanye PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 06 February 2012 10:04

Talk Show Radio
Talk show radio dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2010 di radio pemerintah lokal Sumbawa. Terdapat 16 partisipan, termasuk 5 narasumber dari:

  • Risma Umar (coordinator tim inti nasional We Can Indonesia) yang memberikan materi mengenai “Kampanye We Can Indonesia untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan”
  • Drs. Ahmad Muhammad (Kepala BKBPP Kabupaten Sumbawa), Sirajuddin, SH (Kepala Seksi Pemberdayaan Perempuan -BKBPP), dan Siti Aminah (Kepala P2TP2A) yang memberikan materi mengenai “Strategi dari Implementasi Program dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan”
  • I Wayan Ngemben (ketua Units PPA, Polsek Sumbawa) yang memberikan materi mengenai “Implementasi kebijakan Negara untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan”.


Outcome:

  1. Pendengar radio telah terinformasi mengenai Kampanye We Can untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan
  2. Terdapatnya respon positif dari pendengar radio melalui telefon dan sms yang berhubungan kegiatan untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan oleh Kampanye We Can Indonesia, BKBPP, dan Polsek PPA Sumbawa
  3. Terdapatnya respon positif dan dukungan dari pemerintah lokal yang bersama-sama melakukan upaya untuk kekerasan terhadap perempuan dengan aliansi We Can Sumbawa



Pentas Seni
Kegiatan dilaksanakan secara pararel dengan kegiatan We Can Goes to Campus, yaitu pada tanggal 28 November 2010 di Audotorium Universitas Samawa, Sumbawa Besar. Sebelum implementasi kegiatan, Aliansi Sumbawa telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan pemain/pengisi acara untuk memastikan seluruh materi dan substansi pentas seni sesuai dengan prinsip dan pesan Kampanye We Can. Dihadiri oleh 149 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 79 perempuan dan 72 laki-laki, dari desa Maronge, desa Sebasang, desa Tarusa, desa Kukin, dan kalangan pemuda, mahasiswa, akademisi, polisi dari sektor Sumbawa, dan BKBPP Sumbawa. Tujuan utama dari pentas seni ini adalah untuk mensosialisasikan Kampanye We Can dan mendorong individu untuk melakukan perubahan, serta strategi kampanye menggunakan seni dan konteks lokal.

Untuk pentas seni, tidak hanya melibatkan change maker dengan penampilan tarian We Can, tetapi juga melibatkan kelompok seni Permata dan Matano dari desa Poto village, UKM Seni dari Universitas Samawa, kelompok seni Air Renung dari desa Sebasang. Pentas seni yang ditampilkan yaitu:

  • Rabalas Lawas lebih dikenal dengan pantun/puisi berbalas yang ditampilkan oleh 4 orang (2 laki-lakir dan 2 perempuan). Dalam pertunjukkan ini, tema pusi yang diangkat adalah “penghentian kekerasan terhadap perempuan dalam berpacaran dan persiapan untuk menikah”. Rabalas Lawas dipentaskan oleh Sanggar Seni Ai Renung dari desa Sebasang, Kelurahan Moyo Hulu
  • Sakeco merupakan salah satu seni tradisional dari Sumabwa yang ditampilkan oleh 2 orang, biasanya laki-laki, dan menggunakan alat musik rebana atau tambourine. Sakeco dipilih oleh aliansi We Can Sumbawa dikarenakan sifatnya yang fleksibel, terutama dalam substansi. Dalam pertunjukkan ini, lirik sakeco mayoritas mengenai Kampanye We Can dan pentingnya penghentian kekerasan terhadap perempuan, terutama di tingkat domestik. Pentas Sakeco dipentaskan oleh Sangar Seni Permata dari desa Poto, Kelurahan Moyo Hilir
  • Musik Ansambel merupakan komplikasi antara lirik lagu dan instrument music tradisional, seperti rabana (tambourine), ode rebana, plompong, sating serek, serune, kul-kul, dan music instrument lainnya. Lirik berceritakan mengenai kehidupan harmoni antara laki-laki dan perempuan, tanpa adanya kekerasan. Musik Ansambel dipentaskan oleh Sanggar Seni Matano, desa Poto, Kelurahan Moyo Hillir
  • Tarian Samada Kabalong merupakan tarian kreasi baru dengan pesan moral untuk mendorong dan mengajak individu-individu untuk melakukan perubahan diri, serta menjadi change maker sebagai inspirasi bagi individu lainnya. Makna dari Samada adalah pemberitahuan dan Kabalong berarti menuju jalan atau hidup yang lebih baik. Tarian Samada Kabalong merupakan komplikasi antara gerakan dasar tarian Samawa (Sumbawa), seperti linting sere, jempit tope, lunte, dll dan gerakan bermakna seperti nesek (menenun), nyulam (menyulam), nyema (hormat), dan samada. Tarian diiringi oleh orchestra ong genang (insturmen music tradisional), seperti gong, genang, pelompong, satong serek, rebana kebo, serune, dan kul-kul. Sedangkan busana penari merupakan pakaian tradisional Samawa, seperti lamung penen, tope pene, dan punyung yang telah dimodifikasi
  • Musik modern ditampilkan oleh mahasiswa Seni UKM Universitas Samawa, dimana semua lagi membawa semangat Kampanye We Can dan kedamaian, seperti lagu Ibu dari Iwan Falls, Mars dari Slank, Lestari dari Boomerang, dan lagu-lagu yang berisikan kritikan sosial
Last Updated on Monday, 06 February 2012 10:06
 
We Can Goes to Campus PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 06 February 2012 10:03

We Can Goes to Campus (Seminar)

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 November 2010 at auditorium Universitas Samawa, Sumbawa Besar, dan dihadiri oleh 116 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 68 perempuan dan 48 laki-laki, yang merupakan mahasiswa dari Universitas Samawa, STKIP Hamzan Wadi, STAIN NW, AKPER, AKBID, dan beberapa Universitas lainnya di Kabupaten Sumbawa.

Menampilkan 4 narasumber dengan materi mengenai:

  • Kepala Kepolisian Sumbawa dengan “Sosialisasi UU No. 23 year 2004 mengenai penghentian kekerasan domestik (peran pelajar, mahasiswa, dan akademisi di tingkat dometik)”
  • Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Sumbawa dengan “Analisa data dan faktor-faktor perceraian di Kabupaten Sumbawa”
  • Tim Inti Nasional We Can Indonesia dengan “Kampanye We Can Indonesia untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan”
  • Kepala BKBPP Kabupaten Sumbawa dengan “Program Kerja dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan di kabupaten Sumbawa”
Last Updated on Monday, 06 February 2012 10:04
 
We Can Diskusi Publik PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 06 February 2012 10:02

Diskusi Publik dan Jamboree Change Maker

Tema yang dianggkat adalah “Jamboree Kampanye We Can untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan”, dengan tenda keakraban yang sengaja dirancang untuk menguatkan hubungan emosional antara change maker. Kegiatan ini menjadi tempat bagi change maker berbagi dan mendiskusikan mengenai pengalaman, strategi, kreatifitas, dan keberhasilan sebagai change maker. Dengan menggunakan tempat/fasilitas publik, aliansi We Can Sumbawa telah berhasil menarik perhatian publik untuk mengetahui dan/atau lebih dalam lagi akan Kampanye We Can dan isu kekerasan terhadap perempuan.

Jamboree dilaksanakan pada tanggal 2 Oktober 2010 di lapangan bola, desa Boak Luar– Kabupaten Unter Iwis, dan dirangkaikan dengan acara diskusi Publik pada tanggal 3 Oktober 2010. Pembukaan oleh kepala desa Boak Luar, moderator oleh Ardani Hatta (tim management Aliansi We Can Sumbawa), dan 4 narasumber, yaitu: Ketua Polisi Sektor Departemen yang memberikan presentasi mengenai “Implementasi Undang-undang No. 23 tahun 2004 mengenai penghentian kekerasan terhadap perempuan”, Kepala divisi KB dan PP Sumbawa yang mempresentasikan mengenai “Strategi Implementasi Program untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan”, Drs. Achmad Syaichu (tokoh agama) yang mempresentasikan mengenai “Penghentian kekerasan terhadap perempuan dalam prespektif Islam”, dan Husnulyati (Tim Inti Region Nusa Tenggara) dengan materi mengenai “Kampanye We Can Indonesia untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan”.

Diskusi publik dihadiri oleh 55 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 38 perempuan dan 17 laki-laki, dari desa Boak Luar, desa Tarusa, dan perwakilan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi pelajar, NGO’s (Solidaritas Perempuan Sumbawa, Koslata, PiLAH Sumbawa, LBH-APIK), kepolisian sector Sumbawa, P2TP2A Sumbawa, BKPP Sumbawa, dan masyarakat umum.

Outcome:

  • Adanya respon positif dari pemerintah lokal akan Kampanye We Can dan mengharapkan adanya kegiatan serupa untuk menarik perhatian lebih banyak anggota masyarakat
  • Informasi mengenai Kampanye We Can untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan telah tersebar
  • Adanya rekruitmen baru change maker dan potensial change maker
  • Terdapat antuisme dari peserta, seperti pertanyaan dalam diskusi mengenai isu kekerasan terhadap perempuan dan sejauhmana keberhasilan serta efektifitas Kampanye We Can dalam penghentian kekerasan terhadap perempuan
Last Updated on Monday, 06 February 2012 10:03
 
We Can Diskusi Antar Kampung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 06 February 2012 10:00

Diskusi Antar Kampung/Diskusi Kelompok

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2010 di Ballroom Hotel Dewi -Sumbawa Besar, dihadiri oleh 23 change maker that terdiri dari 17 perempuan dan 6 laki-laki.

Alur kegiatan:

  1. Pembukaan 
  2. Perkenalan dan Kontrak belajar
  3. Sharing dari change maker, termasuk perkembangan sebagai change maker, apa yang telah dilakukan sebagai change maker, mensosialisasikan Kampanye We Can, dan pengertian akan prinsip We Can
  4. Diskusi kelompok, dari apa yang telah dilakukan, outcome, siapa yang terlibat, sampai hambatan/tantangan yang dihadapi change maker di lapangan
  5. Presentasi dari hasil diskusi
  6. Evaluasi dan Refleksi
  7. Penutupan.


Outcome:

  • Berdasarkan pengalaman change maker, adanya pemetaan perkembangan, pemahaman dan pengetahuan akan prinsip We Can, dan semua hal yang berhubungan dengan change maker
  • Kekuatan, kelemahan, tantangan, hambatan, outcome dari setiap kelompok sasaran/desa telah terpeta
Last Updated on Monday, 06 February 2012 10:02
 
We Can Diskusi Kampung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 06 February 2012 09:59

We Can Diskusi Kampung/Diskusi Kelompok

Tujuan utamanya adalah untuk memberikan informasi mengenai perkembangan Kampanye We Can di Sumbawa dan berbagi informasi serta pengalaman dari change maker yang telah berpartisipasi dalam kegiatan TOT change maker. Kegiatan dilaksanakan di:

  • Desa Maronge village pada tanggal 27 Mei 2010 di rumah Ibu Nurjanah, Dusun Tiu Sarungan-Desa Maronge. Dihadiri oleh 23 potensial change maker, termasuk 6 change maker, terdiri dari 14 perempuan dan 9 laki-laki. Kegiatan ini difasilitasi oleh Husnulyati.
  • Desa Sebasang pada tanggal 28 Mei 2010 di rumah Ibu Saharidah, desa Sebasang. Dihadiri oleh 23 potensial change maker, terdiri dari 17 perempuan dan 6 laki-laki, dan difasilitasi oleh Ardani Hatta.
  • Desa Tarus, yang merupakan target kelompok baru aliansi We Can Sumbawa, dikarenakan desa ini merupakan target sasaran program organisasi dari salah satu anggota aliansi We Can Sumbawa. Hal ini tentunya akan memudahkan komunikasi dan koordinasi dengan change maker yang telah direkrut sebelumnya. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 2010 di rumah Bapak Elmi Sumenta, dan dihadiri oleh 15 change maker, terdiri dari 12 perempuan dan 3 laki-laki. Kegiatan difasilitasi oleh Ardani Hatta.
  • Desa Kukin pada tanggal 19 Juni 2010 di rumah Bapak Sufatmi, desa Kukin. Dihadiri oleh 25 change maker, terdiri dari 22 perempuan dan 3 laki-laki, yang difasilitasi oleh Husnulyati.
  • Kelompok mahasiswa pada tanggal 20 Juni 2010 di ruang BEM, Universitas Samawa dan dihadiri oleh 25 potensial change maker dan change maker dari STIT NW, STKIP Hamzan Wadi, dan Universitas NSA. Kegiatan yang difasilitasi oleh Husnulyati, juga mendiskusikan dan mengevaluasi strategi komunikasi antar kelompok mahasiswa dengan managemen aliansi We Can Sumbawa. Hasilnya yaitu diperlukannya koordinator di setiap Universitas atau perguruan tinggi untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi mengenai Kampanye We Can
  • Kelompok mahasiswa pada tanggal 10 Juli 2010 di ruang BEM, Universitas Samawa, dan dihadiri oleh 16 change maker, terdiri dari 11 perempuan dan 5 laki-laki, dari STIT NW, STKIP Hamzan Wadi, dan Universitas NSA. Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari disksui sebelumnya dengan agenda utama untuk meningkatkan kapasitas dan menemukan asset serta kekuatan peserta sebagai change maker. Outcomenya adalah (1) 14 change maker telah meningkat kapasitas dan kemampuannya, dan (2) 2 change maker telah meningkat kapasitas, kemampuan, serta ketrampilan sebagai trainer (di tingkat Universitas) dengan menggunakan metode komunikasi vibran
  • Desa Maronge pada tanggal 19 Juli 2010 di gedung serbaguna, kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari diskusi sebelumnya. Dihadiri oleh 30 change maker dan potensial change maker, terdiri dari 24 perempuan dan 6 laki-laki. Outcomenya adalah : (1) terdapatnya change maker baru (dari potensial change maker menjadi change maker), (2) change maker telah meningkat pemahaman dan pengetahuannya akan isu kekerasan terhadap perempuan dan prinsip Kampanye We Can, terutama strategi dan metode, dan (3) change maker telah mulai belajar untuk menfasilitasi dan mengorganisir kegiatan di komunitasnya
  • Desa Kukin pada tanggal 25 September 2010 di rumah Ibu Nurhana, dan dihadiri oleh 19 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 14 perempuan dan 5 laki-laki. Agenda utamanya adalah untuk mendiskusikan persipakan dan implementasi kegiatan We Can di desa Kukin village berdasarkan pada papan visi dan tahapan-tahapan perubahan yang dibuat oleh change maker dan potensial change maker desa Kukin. Outcome; (1) pemahaman dan pengetahuan change maker akan Kampanye We Can untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan telah meningkat, (2) terdapat respon positif dari change maker dalam diskusi materi/data, (3) dibutuhkannya change maker untuk tetap melakukan diskusi serupa untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuannya, dan (4) terdapat kompilasi rencan aksi untuk desa Kukin yang berdasarkan pada tahapan-tahapan perubahan dan papan visi change maker
Last Updated on Monday, 06 February 2012 10:00
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3

Search

@wecan_indonesia

wecan_indonesia: lomba kreatif We Can Indonesia, foto/gambar/desain yang bertemakan "Perempuan Saat Ini" sampai tanggal 21 Mei 2012 http://t.co/rqsf2urX
Facebook Image