|
Written by Administrator
|
|
Friday, 10 February 2012 07:57 |
|
We Can Goes to Church
We Can Goes to Church dilaksanaan bersamaan dengan perayaan Jemaat perempuan Gereja Sion Sangele pada tanggal 14 November 2010 di gereja Sion Sangele. Dihadiri oleh 89 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 73 perempuan dan 16 laki-laki, yang berasal dari gereja di Kelurahan Pamona Utara, seperti dewan gereja dan jemaat perempuan Gereja Sion Sangele GKST, komisi Kalsis perempuan Pamano Utara, Jemaat perempuan Mawar Sarong Sepe di Tetena, komisi perempuan Gereja Bethel Pamona GKST, komisi perempuan Gereja Bukit Mora Pamona GKST, dan komisi perempuan Kasih ibu di Gereja Moria Tentena GKST. Selain itu dihadiri juga oleh mahasiswa dari Universitas Kristen Tentena, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan akademisi.
Narasumber oleh Pastu Isak Pole (Ketua Majelis Sinode GKST Tentena) yang memberikan materi mengenai “Prespektif gereja untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan”, dan Lian Gogali, Ssi, M Hum (aktifis, peneliti, dan direktur Kelompok Mosintuwu) yang memberikan materi mengenai “Perempuan di Lingkar kekerasan dari prespektif hukum dan budaya”. Dimoderator oleh Siska Mangeto Sth (aktifis).
Outcome:
- Kampanye We Can telah tersosialisasi di komunitas Gereja
- Komunitas Gereja mendukung Kampanye We Can untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan perempuan
Rekomendasi dari kegiatan ini adalah aliansi We Can Poso akan menindaklanjuti dan mendorong seluruh peserta untuk berkomitmen dan melakukan perubahan dengan tidak menjadi korban dan/atau pelaku kekerasan, menjadi change maker dan mendorong idnividu lain untuk melakukan perubahan.
|
|
Last Updated on Friday, 10 February 2012 07:58 |
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 10 February 2012 07:56 |
|
Diskusi Publik
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 27 September 2010 di ruang pertemuan Baruga, desa Sulawena –Kelurahan Pamona Utara. Dihadiri oleh 151 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 111 perempuan dan 40 laki-laki, yang berasal dari 10 desa, pemerintah lokal, akademisi, kepolisian, aktifis, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, pejuang/pemerhati perempuan, dan NGO’s.
Materi diskusi diberikan oleh; Zohra Andi Baso (Tim Inti nasional We Can Indonesia) mengenai “Memhamai Kampanye We Can Indonesia dan strategi Kampanye”, perwakilan dari pemerintah daerah Kabupaten Poso – mengenai “Upaya pemerintah daerah untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan”, dan perwakilan dari Majelis Sinode GKST Tentena – mengenai “Prespektif Gereja untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan”. Dimoderator oleh Maya Safira (Tim Managemen aliansi We Can Poso). Selain materi dari narasumber, juga menampilkan testimonial dari Ani Taere mengenai pengalamannya menjadi seorang change maker.
Outcome:
- Adanya kesepahaman bersama akan strategi Kampanye We Can Campaign untuk wilayah Poso
- Adanya kesepahaman bersama akan tujuan Kampanye We Can untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan dan target audience
- Adanya kesepakatan bersama akan pentingnya penghentian kekerasan terhadap perempuan
Untuk peserta kegiatan diskusi publik, aliansi We Can Poso akan menindaklanjuti dan mendorong mereka untuk berkomitmen serta melakukan perubahan, dengan menjadi change maker, untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan.
|
|
Last Updated on Friday, 10 February 2012 07:57 |
|
|
TOT Change Maker We Can Indonesia |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 10 February 2012 07:55 |
|
TOT Change Maker
Aliansi We Can Poso telah melaksanakan TOT Change Maker pada tanggal 9-11 September 2010 di aliansi secretariat Poso. Kegiatan ini dihadiri oleh 25 change makers, terdiri dari 22 perempuan dan 3 laki-laki, serta difasilitasi oleh Maya Safira dan Indirani, dengan Risma Umar dan Wahida Rustam sebagai narasumber dan co-fasilitator.
Outcome:
- Pengetahuan, kapasitas, dan kemampuan dari 25 change maker sebagai trainer telah meningkat dan mampu menyampaikan pesan Kampanye We Can; “penghentian kekerasan terhadap perempuan”
- 25 change maker dapat mengimplementasikan dan menjadi trainer untuk change maker dan potensial change maker di lingkungan sekitarnya
- 25 change maker mampu untuk melakukan dan membuat perubahan, serta mendorong individu lain untuk melakukan perubahan
Pada akhir kegiatan, peserta dibagi dalam 3 kelompok, dimana setiap kelompok harus mempraktekkan peran dan tanggungjawab sebagai change maker dengan merekrut individu menjadi potensial change maker di lingkungannya. Dari praktek lapangan TOT Change Maker, terdapat 34 individu yang telah tersosialisasi. Dari 3 hari training, peserta akan mudah menformulasi visi dan misi mereka sebagai change maker, serta membangun rencana kerja We Can untuk 3 tahun ke depan.
|
|
Last Updated on Friday, 10 February 2012 07:56 |
|
We Can Diskusi Antar Kampung |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 10 February 2012 07:54 |
|
Cross Village Discussion
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk seluruh peserta dapat memahami dan mempunyai presepsi yang sama akan prinsip dan pendekatan Kampanye We Can, dan bagaimana mereka dapat berkampanye di desa/komunitasnya masing-masing dan Kabupaten Poso. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2010 dan dihadiri oleh 50 potensial change maker dan change maker dari desa Saojo, Kelurahan Tendeadongi, desa Sangira, desa Tampemador, dan desa Sulewana. Diskusi difasilitasi oleh Yoppi Harry.
Outcome:
- Peserta memahami prinsip, strategi, dan pendekatan Kampanye We Can, serta mulai berfikir cara untuk mengimplementasikan Kampanye We Can di desa atau lingkungan sekitarnya
- Peserta memahami mengenai aspek yang krusial akan kampanye dan komunikasi We Can, serta mulai memikirkan cara untuk menggunakannya di Kabupaten Poso
Rekomendasi:
- Dibutuhkannya kerjasama dengan pihak atau stakeholdes dalam mengimplementasikan pelatihan/training, pendidikan, dan kampanye akan kesetaraan dan hak-hak perempuan
- Kampanye We Can dapat terintergrasi dengan program lainnya, seperti di dalam institusi gereja, institusi adata/lokal, dan pemerintah lokal/daerah
- Isu dan kasus kekerasan terhadap perempuan dapat ditangani dengan harus ditindak tegas
- Mengembangkan, memperluas, dan bekerjasama dengan pihak/stakeholder lain dan jaringan untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan
|
|
Last Updated on Friday, 10 February 2012 07:55 |
|