mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday150
mod_vvisit_counterYesterday64
mod_vvisit_counterThis week214
mod_vvisit_counterLast week372
mod_vvisit_counterThis month1605
mod_vvisit_counterLast month3816
mod_vvisit_counterAll days15087

We have: 1 guests, 1 bots online
Your IP: 38.107.179.236
 , 
Today: May 20, 2012


Aliansi We Can Papua
Pengembangan Jariang Aliansi We Can PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 19 January 2012 16:31

Pengembangan Jaringan dan Aliansi We Can Papua

Pada awal pelaksanaan program Kampanye We Can di Papua, hanya didukung oleh FOKER, salah satu LSM/NGO di Papua, namun pada tahun berikutnya terdapat banyak dukungan dan partisipasi dari beberapa organisasi dan individu, seperti dari DPMA DU, FKPA DU, JKPIT Papua (Jaringan Kesehatan Perempuan untuk Papua-Indonesia Timur), dan 11 kepala desa di Kecamatan Depapre. Selain itu, terdapat dukungan dan komitmen dari mahasiswa/I dari Persekutuan Mahasiswa Kristiani, dan Universitas Cendrawasih (PMK-Uncen).

Last Updated on Thursday, 19 January 2012 16:32
 
We Can Goes to Campus PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 19 January 2012 16:30

We Can Goes to Campus

WCGT


Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 9 Oktober 2010 di Auditorium FKIP, Universitas Cendrawasih – Kecamatan Acepura. Dihadiri oleh 26 potensial change maker, terdiri dari 5 perempuan dan 21 laki-laki.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah:
1. Untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan konsep Kampanye We Can kepada kalangan pemuda, terutama kepada mahasiswa/i
2. Untuk meningkatkan jumlah potensial change maker dan change maker dari kalangan pemuda

Kegiatan ini menghadirkan 3 narasumber, yaitu Joe Rumaikewi dari LP3A Papua yang membawakan materi mengenai “Update kasus kekerasan terhadap perempuan dan kekerasan domestic di Jayapura”, Mientje Rumbiak (Kepala Pokja Majelis Perempuan Rakyat Papua) yang membawakan materi mengenai “Posisi perempuan dalam Adat Papua”, dan Yayak Masfiah selaku perwakilan dari Tim Managemen Aliansi We Can Papua yang membawakan materi mengenai “Kampanye We Can untuk menghentikan kekerasan terhadap permepuan”.

Last Updated on Thursday, 19 January 2012 16:31
 
We Can Diskusi Antar Kampung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 19 January 2012 16:29

We Can Diskusi Antar Kampung

Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 8 Juni 2010 di kantor DPMA DU office, Kecamatan Depapre, Kabupaten Jayapura. Tema yang diangkat adalah “Kekerasan rumah tanggah/domestik dalam prespektif adat/budaya, di Kecamatan Depapre”. Difasilitasi oleh Yayak Masfiah selaku perwakilan tim managemen aliansi We Can Papua. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh 34 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 25 perempuan dan 9 laki-laki yang berasal dari 11 kampung.

Hasil dari kegiatan ini adalah:

  1. Peserta terinformasi akan kasus kekerasan domestic dalam prespektif adat/budaya, setelah era reformasi
  2. Peserta terinformasi mengenai peta kasus kekerasan domestic di setiap kampung di Kecamatan Deparpre, selama 2 tahun terakhir (2008-Mei 2010)
  3. Adanya contact person yang menjadi community organizer di 11 kampung di Kecamatan Depapre
Last Updated on Thursday, 19 January 2012 16:30
 
TOT Change Maker PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 19 January 2012 16:25

TOT Change Maker

TOT_Papua


Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 22-24 Juni 2010 di kantor DPMA DU (Dewan aliansi masyarakat adat di Dafonsoro Utara), Kecamatan Depapre. Kegiatan ini dihadiri oleh 17 change maker, terdiri dari 12 perempuan dan 5 laki-laki, serta difasilitasi oleh Yayak Masfiah dan Tabitha Mansawan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah:

  • Untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, dan kemampuan change maker akan strategi Kampanye We Can
  • Untuk meningkatkan kapasitas change maker untuk mengetahui dirinya sendiri (sebagai change maker) dan orang lain
  • Untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, dan kemampuan change maker dalam mengkomunikasikan pesan Kampanye We Can dan mengajak individu lain untuk melakukan perubahan sebagai upaya penghentian kekerasan terhadap perempuan
  • Untuk menguatkan dan meningkatkan kapasitas change maker sebagai trainer/pelatih bagi change maker dan potensial change maker lainnya di komunitas atau wilayahnya
Last Updated on Thursday, 19 January 2012 16:29
 
Diskusi Reguler We Can PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 19 January 2012 16:22

We Can Diskusi Reguler

diskam2


Aliansi We Can Papua juga telah melaksanakan diskusi kepada para-para Pinang (tokoh masyarakat dan tokoh adat). Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 7-14 Agustus 2010 di Kecamatan Depapre, yaitu di Depapre, Amai, Kendate, Tablanusu, dan Tablasufa. Difasilitasi oleh Yayak Masfiah, Lince, dan Naomi (Kepada Forum Komunikasi Perempuan Adat Dafonsoro Utara) dan co-facilitator oleh change maker dari setiap kampung. Sehubungan dengan diskusi para-para Pinang, topic yang diangkat adalah; “Laki-laki di mata Perempuan Ama”, “Perempuan dalam prespektif adat dan budaya”, “Peran perempuan dalam mensupport/mendukung ekonomi keluarga/rumah tangga”, dll.

Kegiatan telah dilaksanakan di:

  • Para-para Pinang di Depapre pada tanggal 7 Agustus 2010 dengan topic “peran perempuan; perwakilan dalam hirarki dan pemerintahan desa”. Kegiatan ini dihadiri oleh 9 potensial change maker, terdiri dari 3 perempuan dan 6 laki-laki
  • Para-para Pinang di Tablanusu pada tanggal 9 Agustus 2010 dengan topik “Anak laki-laki dan anak perempuan dalam prespektif adat”. Kegiatan ini dihadiri oleh 21 potensial change maker, terdiri dari 11 perempuan dan 10 laki-laki.
  • Para-para Pinang di Amai pada tanggal 10 Agustus 2010 dengan topic “Laki-laki di mata perempuan Amai”. Kegiatan ini dihadiri oleh 24 potensial change maker, terdiri dari 15 perempuan dan 9 laki-laki.
  • Para-para Pingang di Tablasufa pada tanggal 12 Agustus 2010 dengan topic “Peran perempuan dalam mendukung/mensupport ekonomi rumah tangga/keluarga”. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 potensial change maker, terdiri dari 7 perempuan dan 3 laki-laki.
  • Para-para Pingang di Kendate pada tanggal 14 Agustus 2010 dengan topic “Perempuan dalam prespektif adat”. Kegiatan ini dihadiri oleh 25 potensial change maker, terdiri dari 16 perempuan dan 9 laki-laki.


Dari diskusi ini, dapat terlihat bahwa peserta laki-laki berusaha untuk memahami dan mengerti keinginan dan perasaan perempuan, serta mereka ingin memberikan kesempatan kepada perempuan, terutama perempuan di komunitasnya, untuk berbicara dan memberikan pendapat. Semua peserta kegiatan berkomitmen untuk mendukung Kampanye We Can, termasuk menyelenggarakan kegiatan We Can di wilayah/komunitasnya. Selain itu, dalam kegiatan ini telah berhasil mendapatkan dukungan dari 4 kepada desa, yaitu dari desa Waiya, Tablanusu, Tablasufa, dan desa Amai di Rt 01.

Last Updated on Thursday, 19 January 2012 16:25
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3

Search

@wecan_indonesia

wecan_indonesia: lomba kreatif We Can Indonesia, foto/gambar/desain yang bertemakan "Perempuan Saat Ini" sampai tanggal 21 Mei 2012 http://t.co/rqsf2urX
Facebook Image