mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday150
mod_vvisit_counterYesterday64
mod_vvisit_counterThis week214
mod_vvisit_counterLast week372
mod_vvisit_counterThis month1605
mod_vvisit_counterLast month3816
mod_vvisit_counterAll days15087

We have: 1 guests, 1 bots online
Your IP: 38.107.179.240
 , 
Today: May 20, 2012


Aliansi We Can Malang
Media Kampanye PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 30 January 2012 07:05

Talk Show Radio
Aliansi We Can Malang telah melaksanakan talk show di radio RRI Pro 2 FM Malang, pada tanggal 7 Oktober 2010, dengan narasumber yaitu Wiwik Mudjiningsih dan Sutianah. Terdapat 10 orang yang bertanya mengenai Kampanye We Can Indonesia untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan, yaitu terdiri dari 4 perempuan dan 6 laki-laki.



Talk Show Televisi
Kegiatan ini telah dilaksanakan di Agropolitan TV Batu, pada tanggal 12 Oktober 2010 dari pukul 10.00 -12.00 WIB. Manampilkan Salma Safitri, Wiwik Mudjiningsih, dan Teguh Widodo sebagai narasumber. Kegiatan ini juga dihadiri oleh 15 Change Maker, terdiri dari 14 perempuan dan 1 laki-laki.



Pentas Seni We Can
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2010 di Balai Desa Sumberejo, Kota Batu, dari pukul 15.00-18.15 WIB. Dihadiri oleh 111 potensial Change Maker dan change maker, terdiri dari 94 perempuan dan 17 laki-laki. Aliansi We Can Malang bekerja sama dengan PKK Sumberejo Desa dan Grup Campursari Sudi Budoyo Malang, dengan Wiwik Mudjiningsih sebagai koordinator panitia. Aliansi We Can Malang menampilkan Campursari drama musical, komedi, dan tarian dengan konteks lokal, dengan tema “We Can untuk perubahan”

Kata sambutan dari Ibu Salma Safitri sebagai perwakilan dari Tim Inti Nasional We Can. Presentasi dari Ibu Sri Wahyuningsih (Direktur WCC Dian Mutiara Malang) mengenai hukum dan kebijakan kekerasan terhadap perempuan, serta mengambarkan bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dalam contoh yang mudah dimengerti dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu presentasi dari Wiwik Mudjiningsih mengenai Kampanye We can untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan

Last Updated on Monday, 30 January 2012 07:07
 
We Can Diskusi Publik PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 30 January 2012 06:57

Diskusi Publik

Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 24 November 2010 di Pendopo Balaikota Kota Batu, dari pukul 08.00-13.00 WIB. Dihadiri oleh 150 potensial Change Maker dan change maker, terdiri dari 125 perempuan dan 25 laki-laki. Kegiatan terselenggara atas kerjasama aliansi We Can Malang dan PKK Kota Batu, dengan Ibu Suyatemi sebagai koordinator panitia. Tema yang diangkat adalah “Memperingati hari internasional penghapusan kekerasan terhadap perempuan”.

Alur kegiatan:

  • Pembukaan oleh Ibu Endang SH sebagai MC
  • Kata pembuka dari Ibu Wiwik Mudjiningsih selaku koordinator Aliansi We Can dan Tim Inti wilayah Region Jawa II
  • Sambutan dari Ibu Dewanti Rumpoko (Ketua Penggerak PKK Kota Batu)
  • Sambutan dari Suti’ah (Ketua LPKP dan Tokoh perempuan di Malang)
  • Doa oleh Ibu Mardiah
  • Presentasi dari Ibu Dewanti Rumpoko mengenai pandangannya tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Batu
  • Presentasi dari Ibu Endang Iriani (Kepala Unit Perempuan dan perlindungan anak-PPA Polsek Batu) mengenai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Batu dan karakteristik atau profil kasus tersebut
  • Presentasi dari Ibu Retno (Deputi Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Kota Batu) mengenai perencanaan pengembangan Kota Batu, dikaitkan dengan program penghentian kekerasan terhadap perempuan
  • Presentasi dari Zohra Andi Baso mengenai Kampanye We Can sebagai metode dan pendekatan alternatif untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan
  • Presentasi dari Bapak. Da’im (perwakilan dari BPKBN Kota Batu) mengenai pelayanan dan fasilitas dari institusi untuk pencegahan kekerasan terhadap perempuan
  • Diskusi (Tanya jawab)
  • Penutupan oleh MC
Last Updated on Monday, 30 January 2012 07:04
 
We Can Goes to Campus PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 30 January 2012 06:54

We Can Goes to Campus

Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 23 November 2010 di Aula Biro Aministrasi Umum, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dari pukul 08.30 - 13.00 WIB. Aliansi We Can Malang bekerja sama dengan Pusat Kajian Sosial dan Penelitian, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) - UMM. Tema kegiatan adalah “Hentikan kekerasan dalam berpacaran”. Kegiatan ini dihadiri oleh 169 potensial Change Maker dan change maker, terdiri dari 79 perempuan dan 90 laki-laki.

Tujuan:

  1. Untuk mendorong pemuda, terutama mahasiwa, untuk lebih menyadari dan mengetahui mengenai kekerasan terhadap perempuan, terutama kekerasan dalam berpacaran dan mengetahui cara pencegahan dan menghapuskannya.
  2. Untuk meningkatkan pemahaman publik luas, terutama change maker dan Change Maker Potensial dalam bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan.
  3. Untuk mensosialisasikan dan menyebarkan Kampanye We Can kepada publik luas di Kabupaten Malang Raya, terutama di Universitas Muhammadiyah Malang.


Alur kegiatan:

  • Registrasi
  • Pembukaan oleh MC, oleh mahasiswi ilmu komunikasi
  • Doa oleh Bapak, Zaenal dosen ilmu kesejahteraan sosial
  • Sambutan dari Wiwik Mudjiningsih sebagai koordinator We Can aliansi Malang dan coordinator panitia We Can Goes to Campus
  • Performance art dimainkan oleh Andana Maharani, Kirana Verbrita, Fensy Suprastyo, dan Evi Rudianto. Drama Bunga Ternoda, drama mengenai kekerasan dalam berpacaran, seperti fisik, psikologis dan kekerasan seksual
  • Presentasi dari Fredy Teguh Prayogo (ketua BEM FISIP) mengenai realitas kekerasan dalam berpacaran pada mahasiwa
  • Presentasi dari Drs. Abdullah Masmuh, M.SI (assisten dekan III FISIP UMM) dengan kekerasan dalam berpacaran dalam perspektif islam
  • Presentasi dari Dra. Luluk D. Kumalasari, M.SI (PKSP FISIP UMM) dengan kekerasan dalam berpacaran dalam perspektif psikologi
  • Presentasi dari Elizabet Ponayah, Kanit PPA POLRESTA Kota Malang dengan hokum dan kebijakan pada kekerasan terhadap perempuan, terutama kekerasan dalam berpacaran
  • Presentasi dari Salma Safitri R (Tim Inti Nasional) dengan Kampanye We can untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan
  • Diskusi (Tanya jawab)
Last Updated on Monday, 30 January 2012 06:55
 
We Can Diskusi Antar Kampung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 30 January 2012 06:52

Diskusi Antar Kampung

Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 13 November 2010 di Balai Desa Sidomulyo, Kota Batu. Dihadiri oleh 55 potensial Change Maker dan change maker, terdiri dari 50 perempuan dan 5 laki-laki. Mayoritas peserta telah berpartisipasi dalam We Can Door to Door dan We Can Diskusi Kampung. Diskusi Antar Kampung turut dihadiri oleh 4 individu dari media massa; Malang TV, ATV, dan JTV

Alur kegiatan:

  • Registrasi
  • Pembukaan oleh Khusnul Hayati sebagai MC, beliau merupakan Change Maker dari Malang sejak tahun 2009
  • Kata sambutan dari Siti Yulaikah sebagai kordinator panitia We Can Diskusi Antar Kampung
  • Perkenalan dari Salma Safitri sebagai fasilitator dan perwakilan Tim Inti Nasional, dilanjutkan dengan presentasi Kampanye We Can Indonesia dan aliansi We Can Malanga
  • Presentasi mengenai identifikasi kekerasan terhadap perempuan di setiap komunitas atau Desa
  • Sharing dan diskusi tentang hambatan Kampanye We Can dan tantangan di setiap komunitas atau Desa
  • Diskusi tentang bagaimana menguatkan change maker dan Change Maker Potensial Kampanye We Can
  • Refleksi
  • Penutup
Last Updated on Monday, 30 January 2012 06:53
 
We Can Diskusi Kampung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 30 January 2012 06:01

We Can Diskusi Kampung

Lokasi kegiatan Diskusi Kampung ditentukan oleh Change Maker, yang ingin mengembangkan Kampanye We Can di komunitas atau Desa mereka. Terdapat perubahan dalam frekuensi pelaksanaan, dari 8 kali diskusi yang direncanakan menjadi 10 kali (10 Desa/kelompok target). Ada 4 Desa yang telah melakukan Diskusi Kampung pada tahun 2009, dilaksanakan sebagai keberlanjutan kegiatan We Can pada tahun 2009 dan untuk meningkatkan kapasitas para change maker. Untuk 6 Desa atau komunitas baru pada tahun 2010, kegiatan diskusi ini dilaksanakan untuk penyebaran Kampanye We can untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan di komunitas mereka, terutama di kabupaten Malang Raya.

Kegiatan dilaksanakan di:

  • Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada tanggal 24 Juli 2010, dihadiri oleh 24 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 16 perempuan dan 8 laki-laki. Peserta merupakan mahasiwa. Kegiatan ini difasilitasi oleh Oki dan Annisa, dan diorganisir oleh Sumayah, Temi, Yati, dan Ana.
  • Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, pada tanggal 25 Juli 2010, dihadiri oleh 30 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 25 perempuan dan 5 laki-laki. Kegiatan ini difasilitasi oleh Teguh Widodo dan Umi N, dan diorganisir oleh Erning, Wiwik, Sumayah, Yati, Anah, Temi, Oki, dan Nisa.
  • Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada tanggal 25 Juli 2010, dihadiri oleh 51 potensial Change Maker dan change maker, terdiri dari 32 perempuan dan 19 laki-laki. Kegiatan ini difasilitasi oleh Salma Safitri dan diorganisir oleh Wiwik dan tim dari Sekolah Demokrasi. Kegiatan ini juga didukung oleh Kepala Desa Dadaprejo dan Camat Jenrejo Kecamatan Batu.
  • Desa Sisir Desa, Kecamatan Batu kecamatan, Kota Batu, pada tanggal 13 Oktober 2010, dihadiri oleh 19 potensial Change Maker dan change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Wiwik Mudjiningsih dan Salma Safitri, dan diorganisir oleh Rosida, Anah, Yuli, Suyatemi, Sumayah, dan Udin
  • Dusun Claket, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada tanggal 15 Oktober 2010, dihadiri oleh 47 potensial Change Maker dan change maker, terdiri dari 42 perempuan dan 5 laki-laki. Kegiatan ini difasilitasi oleh Sumayah, Suyatemi, dan Wiwik Mudjiningsih, dan diorganisir oleh Ninik, Yuli, Suyati, Sumayah, dan Udin.
  • Kecamatan Gading Kasri, Kota Malang, pada tanggal 16 Oktober 2010, dihadiri oleh 27 potensial Change Maker dan change maker, terdiri dari 22 perempuan dan 5 laki-laki. Kegiatan ini difasilitasi oleh Umi N dan Ibu Wahyu, dan diorganisir oleh Teguh Widodo, Toni, Wiyono, Udin, dan Adi.
  • Dusun Santrean, Desa Sumberejo, Kota Batu, pada tanggal 19 Desember 2010, dihadiri oleh 25 potensial Change Maker dan change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Wiwik Mudjiningsih, Sumayah, dan Susmiati, dan diorganisir oleh Karnadi, Yuli, Suyatemi, Suyati, dan Yuli.
  • Desa Songgokerto Desa, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada tanggal 19 Oktober 2010, dihadiri oleh 25 potensial Change Maker dan change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Siti Yulaikah dan Salma Safitri, dan diorganisir oleh Ninik, Suyatemi, Sumayah, dan Tim SMK 3 Batu.
  • Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, pada tanggal 22 Oktober 2010, dihadiri oleh 33 potensial Change Maker dan change maker, terdiri dari 32 perempuan dan 1 laki-laki. Kegiatan ini difasilitasi oleh Wiwik Mudjiningsih dan Manis Astuti, dan diorganisir oleh Sumayah dan Sutianah.
  • Kelompok Difabel, Jl. Diponegoro 3, Kota Malang, pada tanggal 31 Oktober 2010, dihadiri oleh 20 potensial Change Maker dan change maker, terdiri dari 18 perempuan dan 2 laki-laki. Kegiatan ini difasilitasi oleh Wiwik Mudjiningsih dan diorganisir oleh Beta, Sutianah, dan Udin
  • Sumberejo Desa, Kota Batu, pada tanggal 19 Desember 2010, dimana dalam kegiatan diskusi kampung ini juga merupakan serangkaian kegiatan pentas seni We Can dengan konteks lokal, yang menampilkan Campur Sari oleh change maker dan potensial Change Maker


Aliansi We Can Malang menyajikan modul Diskusi kampong dalam betuk presentasi power point dan materi/tools seperti klipping. Setiap fasilitator diskusi kampung akan memiliki panduan yang sama dalam memfasilitasi. Namun fasilitator dapat memperluas materi berdasarkan kebutuhan dan situasi kelompok sasaran.

Tema kegiatan ini disesuaikan dengan khalayak sasaran, dimana banyak masukan, dimana banyak perempuan tidak dapat hadir karena suami mereka melarang akibat Tema yang digunakan adalah “Diskusi untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan”. Para suami tersebut khawatir istri mereka akan menentang mereka dan perempuan takut untuk berpartisipasi pada kegiatan semacam itu; maka Aliansi We Can Malang membuat undangan dengan tema “Diskusi untuk membangun keluarga Sakinah, Mawadah, dan Warrahmah”

Last Updated on Monday, 30 January 2012 06:52
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3

Search

@wecan_indonesia

wecan_indonesia: lomba kreatif We Can Indonesia, foto/gambar/desain yang bertemakan "Perempuan Saat Ini" sampai tanggal 21 Mei 2012 http://t.co/rqsf2urX
Facebook Image