|
We Can Diskusi Antar Kampung |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 03 February 2012 10:57 |
|
Diskusi Antar Kampung
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 29 September 2010 di desa Gadu, kecamatan Gading, Kabupaten Sumenep. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh 110 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 102 perempuan dan 8 laki-laki. Peserta berasal dari 5 desa di kabupaten Sumenep, yaitu; desa Guluk-guluk, desa Brangun, desa Dung-Dang, desa Karduluk, dan desa Gadu. Kegiatan ini diorganisir oleh tim managemen aliansi We Can Sumenep-Madura dan para change maker dari Gadu Desa. Difasilitasi oleh Rosinah selaku coordinator aliansi We Can Madura.
Outcome:
- Mayoritas peserta telah sadar dan paham tentang isu kekerasan terhadap perempuan
- Mayoritas dari peserta mulai menganalisa bentuk kekerasan terhadap perempuan dalam kehidupan mereka dan situasi di komunitas/desa mereka
- Mayoritas dari peserta berkomitmen untuk melakukan perubahan dan mendorong individu lain untuk melakukan perubahan sebagai upaya penghentian kekerasan terhadap perempuan
|
|
Last Updated on Friday, 03 February 2012 10:58 |
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 03 February 2012 10:56 |
|
We Can Goes To Kampung
Kegiatan ini dilaksanakan sebanyak 5 kali, yaitu:
- Pengajian Muslimatan di desa Dung Dang, pada tanggal 21 Juli 2010 dari pukul 14.00 -16.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh 70 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 69 perempuan dan 1 laki-laki. Diorganisir oleh Ibu Hasbiyah, seorang change maker dari desa Dung Dang dan difasilitasi oleh Rosinah dan Maksum
- Komunitas Nurussolehah, desa Gadu, pada tanggal 24 Juli 2010 dari pukul 13.30 -15.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh 50 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 43 perempuan dan 7 laki-laki. Diorganisir dan difasilitasi oleh Ibu Mahyati dan Bapak. Ram, dimana keduanya merupakan seorang change maker dari desa Gadu sejak tahun 2009. Diskusi ini, kedua change maker tersebut pertama kali menjadi fasilitator, dengan memberikan informasi mengenai Kampanye We Can untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan
- Kelompok Al-Banna, desa Bragung, pada tanggal 25 Juli 2010, dan dihadiri oleh 40 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 29 perempuan dan 11 laki-laki. Kegiatan ini diorganisir dan difasilitasi oleh Ibu Azizah dan Bapak. Ram, keduanya merupakan change maker sejak tahun 2009
- Pondok pesantren Annuqayah, desa Sabajarin, pada tanggal 1 Agustus 2010 dan dihadiri oleh 25 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan yang merupakan pelajar SMA dan mahasiwa. Aliansi We Can Sumenep-Madura bekerjasama dengan pondok pesantren Annuqayah, karena sosialisasi Kampanye We Can tidak hanya dapat dilakukan di tingkat desa atau komunitas saja, namun juga dapat dilakukan di komunitas agama dan institusi pendidikan. Melalui proses diskusi, mayoritas dari peserta antusias dan memberikan respon positif pada materi yang diberikan oleh Ibu Mahyati dan Bapak. Ram. Sebelum ada kegiatan diskusi ini, mayoritas dari peserta tidak sadar dan mengetahui bentuk, dampak, dan penyebab kekerasan terhadap perempuan.
- Pengajian Muslimatan di desa Karduluk, pada tanggal 2 Agustus 2010 dan dihadiri oleh 25 potensial change maker dan change maker, seluruhnya adalah perempuan dari Ibu rumah tangga, pemuda, dan orang tua. Kegiatan ini diorganisir dan difasilitasi oleh Ibu Mahyati dan Ibu Azizah, juga Mba Juwairiya, seorang simpatisan Kampanye We Can di Madura yang memberikan materi dalam bahasa lokal, terutama kepada kalangan orang tua yang lebih mengerti bahasa lokal.
|
|
Last Updated on Friday, 03 February 2012 10:57 |
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 20 January 2012 09:17 |
|
Talk Show radio Dilaksankan pada hari Sabtu, tanggal 27 November 2010 – 31 Desember 2010 pukul 13.00-14.00 WIB. Kegiatan talk show dilakukan bekerjasama dengan salah satu radio komunitas, Ganding FM, di kecamatan Ganding, kabupaten Sumenep dengan narasumber Rosienah dari Aliansi We Can Sumenep. Tujuan dari talkshow ini adalah sebagai media untuk menyebarluaskan pemahaman tentang kekerasan terhadap perempuan dan mengajak kepada khalayak untuk bersama-sama bergabung menghapus segala bentuk kekerasan terhadap perempuan melalui media kampanye we can. Kampanye dilakukan melalui media siaran radio dengan talk show, secara on air, diyakini cukup efektif untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Terlebih lagi talk show dilakukan di radio komunitas yang memiliki fans banyak.
Pentas Seni We Can Pentas Seni dan Budaya, Selasa,19 Oktober 2010, pukul 18.00 – 12.00 WIB di Desa Karduluk kecamatan Pragaan. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian acara diskusi kampung yang telah dilaksanakan sebelumnya. Melibatkan peserta dari 5 kelompok mitra SBMI yang tersebar di lima desa: Dung-Dang, Bragung, Gadu, Guluk-guluk, dan Karduluk. Selain itu, acara ini juga melibatkan mitra jaringan, baik dari pihak pers, aktivis, aparat desa, Tokoh masyarakat dan agama serta beberapa pihak dari lembaga pemerintahan dengan total jumlah yang hadir 250 orang. Tujuan kegiatan ini adalah Merperkaya pengetahuan dan pemahaman peserta dalam issu kekerasan terhadap perempuan. Mengajak orang atau individu-individu untuk melakukan perubahan baik sikap dan perilaku secara berantai dengan skala yang cukup besar untuk menghasilkan sebuah gerakan sosial yang nantinya mampu menghentikan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan
Acara diisi juga dengan istighosah akbar oleh ustad latif dan Narasumber oleh Ny.Dewi Khalifah, ketua Puan Amal Hayati sekaligus ketua Muslimat cabang Sumenep. Mitra SBMI dari desa Bragung menampilkan teater yang berjudul “Dapur Tanpa Garam” karya Sdr Chomaidi Ch bersama Mahendra dari kawan-kawan Dewan Kesenian Sumenep. Acara kemudian diakhiri dengan pentas nasyid dan hadrah yang dimainkan oleh kawan-kawan perempuan dari kelompok Tembang Serat Centini, Desa Ganding, pimpinan Ny.Zainab Fayyadl. Pada akhir acara beberapa undangan di luar mitra SBMI meminta melakukan sosialisasi di kelompok-kelompok mereka yang umumnya kelompok majlis taklim, muslimat dan fatayat
Rekomendasi dan tindak lanjut dari acara tersebut, perlunya dilakukan kampanye we can dengan cara yang lebih menarik dan dilangsungkan secara berkala.
Aksi Damai Aliansi We Can Sumenep telah melaksanakan aksi damai pada tanggal 25 November 2009 di Taman Bunga, Kab. Sumenep. Dalam aksi damai ini, 20 change maker membagikan kampanye kit kepada publik, dimana kampanye kits tersebut berisikan materi mengenai Kampanye We Can Indonesia untuk penghentian kekerasan terhadap permepuan. Kampanye kits yang berhasil disebarkan sebanayk 1220, terdiri dari 30 kaos aliansi We Can Sumenep, 1000 kalender , 100 stiker, dan 90 brosur Kampanye We Can.
|
|
Last Updated on Friday, 20 January 2012 09:18 |
|
We Can Diskusi Antar Kampung |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 20 January 2012 09:15 |
|
Diskusi Antar Kampung
Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 12 November 2009 di Musholah Ar Rahmah, Desa Dungandg, Kec. Guluk-guluk, Kab. Sumenep. Kegiatan ini difasilitasi oleh Ali Maxoem dan Rosienah, serta dihadiri oleh 75 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 70 perempuan dan 5 laki-laki.
Pada sesi diskusi antar kampung, peserta tidak saja mereview materi, namun juga mengidentifikasi jenis dan macam-macam tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan mereka, baik dalam rumah tangga maupun dalam lingkungan luar mereka. Peserta juga telah mampu berargumentasi, mencari pemecahan masalahnya. |
|
Last Updated on Friday, 20 January 2012 09:16 |
|