mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday150
mod_vvisit_counterYesterday64
mod_vvisit_counterThis week214
mod_vvisit_counterLast week372
mod_vvisit_counterThis month1605
mod_vvisit_counterLast month3816
mod_vvisit_counterAll days15087

We have: 1 guests, 1 bots online
Your IP: 38.107.179.237
 , 
Today: May 20, 2012


Aliansi We Can Kupang
Media Kampanye PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 23 February 2012 03:36

Talk Show Radio
Aliansi We Can Kupang – NTT dan BP Pemuda GMIT bekerja sama dengan GISKA Radio untuk melakukan dialog radio intreaktif, setiap Sabtu pukul 17.00-18.00 WITA. Kegiatan telah dilakukan pada:

  • 13 November 2010 dengan topik ”Setiap hari dengan cinta”, MC oleh Ona Manubey dan Meli Riwu Hadjo, dengan narasumber oleh Haris Oematan
  • 20 November 2010 dengan topik ”Hidup terhormat tanpa kekerasan terhadap perempuan dan mari mengenal Aliansi We Can Kupang – NTT”, dengan narasumber oleh Ruslan dan Merry Djami, dengan moderator oleh Haris Oematan
  • 27 November 2010 dengan topik ”Berlatar belakang Hari Internasional untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan”, moderator oleh Haris Oematan dengan narasumber oleh Siska Solokana dan Ruslan
  • 04 Desember 2010 dengan topik ”Generasi tanpa kekerasan seksual”, moderator oleh Tika dengan narasumber oleh Haris Oematan, Alvian, dan Zarniel
  • 11 Desember 2010 dengan topik ”Mari mengenal tentang Hak Azasi Manusia”, moderator oleh Haris Oematan dan Tika, dengan narasumber oleh Paul Sinlaeloe (PIAR NTT) dan Wendy Bulan (CIS Timor)



Performance Art
Aliansi We Can Kupang mengadakan konser musik dan pementasan theater, dengan tema; ”Bersama untuk mengakhiri kekerasan terhadap Perempuan, esok kita hidup bahagia”. Kegiatan telah dilakukan pada tanggal 29 Juni 2010 di lapangan parkir Universitas Kristen Artha Wacana. Kegiatan dihadiri oleh 153 individu dari beragam latar belakangs seperti mahasiswa, NGO, activist, mass media, dosen, dan publik luas dari Kecamatan Oesapa.

Dibuka oleh Rector UKAW-Kupang dan dilanjutkan dengan doa oleh Pendeta Diana Oematan-Siahaya. Perkenalan oleh Winston Rondo sebagai perwakilan Aliansi We Can Kupang-NTT. Dilanjutkan dengan konser musik dari Kwanza Band, dengan tema keadilan perdamaian, serta pementasan theater dari Sanggar Keadilan.

Jalan cerita theater adalah mengenai perjuangan pergerakan perempuan dari zaman Kolonial sampai ke era reformasi. Pada masa kolonial, perempuan berjuang untuk mendapatkan pendidikan dan pembebasan dari menjadi pekerja seksual untuk Penjajah. Pada masa 1965, pergerakan perempuan dianggap sebagai sebuah gerakan komunis. Pada masa Orde baru (setelah era 1965), perempuan dibungkam dan dikungkung. Dan pada era reformasi, gerakan perempuan mulai didengar dan ada harapan dimasa mendatang, dimana gerakan perempuan dapat menjadi gerakan yang kuat dan dapat merubah budaya kekerasan menjadi budaya Damai untuk laki-laki dan perempuan.

Mayoritas peserta adalah change maker dan potensial change maker, mereka sangat apresiatif pada kegiatan semacam ini, karena mereka dapat lebih memahami mengenai Kampanye We Can untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, serta dapat mengembangkan komunikasi dan semangat untuk membuat perubahan pada diri mereka dan individu lain.


Pementasan Theater dalam Pawai Paskah
Pada hari Paskah, Aliansi We Can Kupang telah berpartisipasi pada Pawai Paskah setiap tahun, terutama pawai ini merupakan bagian dari agenda pariwisata pemerintah daerah NTT. Pada tahun 2010, pawai ini diikuti oleh 276 kelompok dan Kampanye We Can berada pada nomer urut 132, terdapat sekitar 15.000 peserta dari bermacam latar belakang, seperti NGO, pengurus komunitas, komunitas pemuda, kelompok Gereja, dll. Dan setiap tahun, paling tidak 100.000 orang dari publik luas menyaksikan pawai ini. Oleh karena itu, Aliansi We Can Kupang melihat sebuah peluang dan strategi yang baik bagi Kampanye We Can Indonesia untuk menyampaikan pesan penghentian kekerasan terhadap perempuan. Pawai ini didukung oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kepala Biro Pemberdayaan Perempuan Propinsi Nusa Tenggara Timur, Wakil Bupati Kupang, dan Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injil Timor.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5 April 2010 dengan 100 change maker bekerjasama dengan Pemuda GMIT, CIS Timor, dan Oxfam. Kegiatan ini didanai oleh Oxfam dan Antara Ausaid. Tema pawai kali ini adalah “Hidup setara setiap hari”. Strategi yang dilakukan adalah orasi, membuat Baliho dan spanduk “Mengakhiri kekerasan terhadap perempuan”, membuat pembatas buku (1000 buah), dekorasi mobil dengan foto dan poster, dan theatrikal jalanan. Pawai berjalan sejauh 5 kilometer, dimana peserta diberikan kesempatan untuk mengekspresikan dan mengkampanyekan pesan mereka. Change Maker selama perjalanan pawai juga melakukan orasi, pementasan theater, performance art, membagikan kampanye kits (seperti poster, leaflet, dan brosur), dll.


Cafe Promosi untuk mengakhiri kekerasan terhadap Perempuan
Kegiatan telah dilakukan pada tanggal 04 Desember 2010 di Oesapa, dengan menggunakan tema ”Oesapa Setara Oesapa Nyaman (OSON)”. Kafe ini mempromosikan kesetaraan, dimana seluruh makanan dan minuman dibagikan gratis, sehingga seluruh pelanggan dapat makan dan minum, dan juga mendapatkan informasi mengenai gender dan isu kekerasan terhadap perempuan, serta pesan damai untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan. Kafe ini dikoordinir oleh Aliansi We Can Kupang yang bekerja sama dengan CIS Timor, Remaja Mesjid, dan Pemuda Oesapa Kota Kupang. Mereka juga mementaskan konser musik dan theater dari kelompok seni. Kelompok seni tersebut adalah Change Maker dan potensial change maker dari Kupang – NTT. Kafe ini dihadiri oleh lebih dari 200 orang, dari anak-anak, pemuda, dan orangtua.


Orasi, Drama Musikal, dan Pembagian Kampanye Kits
Aliansi We Can Kupang – NTT telah melakukan orasi, drama musikal, dan pembagian pembatas buku pada perayaan Hari Internasional penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan hak azasi manusia. Kegiatan telah dilakukan pada tanggal 11 Desember 2010 pukul 15.00-19.00 WITA di Bar Teddys, Terminal Kupang. Pementasan tarian menggunakan tema ”kesetaraan” dilakukan oleh change maker dari FISIP UNDANA, orasi pada Hari Penghapusan kekerasan terhadap perempuan oleh Ona Manubey, dan pembagian pembatas buku kepada 750 individu sekitar Terminal Kupang. MC oleh Ona Manubey dan Melli Riwu Hadjo dengan memperkenalkan Kampanye We Can dan Aliansi We Can Kupang – NTT, dan juga hari International penghapusan kekerasan terhadap perempuan.


Kompetisi We Can
Aliansi We Can Kupang – NTT mengadakan kompetisi gambar dan karikatur pada tanggal 22 Desember 2010, menggunakan momen Hari Ibu dengan tema ”Setara setiap hari, untuk hidup terhormat tanpa kekerasan terhadap perempuan”. Kompetisi ini diikuti oleh 20 potensial change maker dan juri dari Aliansi We Can Kupang – NTT. Terdapat 2 kategori; lomba menggambar diikuti 12 peserta dan Lomba karikatur diikuti 8 peserta. Kegiatan diadakan di sekretariat GMKI Kupang pukul 9.00- 14.00. Seluruh gambar dan karikatur dibuat dalam bentuk pamflet dan kemudian diperbanyak dan dibagikan ke kampus dan organisasi pemuda.


Kampanye Kits
Sejak tahun lalu, aliansi We Can Kupang memproduksi buku liturgi untuk beberapa gereja setelah bernegosiasi dengan pendeta yang pro dan mendukung pergerakan hak perempuan. Pada 2010, aliansi We Can NTT mengambil inisiatif melakukan audiensi dengan pemimpin gereja dan Divisi pembuatan liturgi. Audiensi dilakukan pada bulan September 2010 di kantor Sinode GMIT, dan dihadiri oleh Haris Oematan dan Merry Djami sebagai perwakilan dari Aliansi We Can NTT bersama Pdt. Hengky Abineno, S, Th sebagai sekertaris komisi liturgy dan Pdt. Tien Muni, S, Th sebagai sekertaris komisi untuk bidang Sinode GMIT. Pada pembuatan buku liturgi, menggunakan tema “Keluarga sebagai tempat persemaian iman” dengan 4 sub-tema; keluarga yang menguatkan, keluarga bahagia, keluarga yang berbagi, dan keluarga yang penuh visi.

Proses pembuatan liturgi menggunakan momen “bulan Keluarga” telah dilakukan di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) pada bulan September 2010. Setiap tahun, Pemimpin Majelis Sinode GMIT menentukan ”Bulan Keluarga”. Aliansi We Can Kupang-NTT bekerja sama dengan Sinode GMIT untuk merumuskan ceramah liturgi selama empat minggu, dengan materi Keluarga kreatif dan Kampanye We Can untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan. Buku liturgi diproduksi sebanyak 900 eksemplar yang dibagikan ke lebih dari 2000 Gereja dan lebih dari 1 juta anggota GMIT, Sumbawa, dan Batam.

Pembagian pembatas buku dilakukan pada tanggal 18 Desember 2010 dari pukul 8.00 -12.00, di Pasar Kupang oleh change maker, dimana sebanyak 250 eksemplars telah diberikan. Dikoordinir oleh Viktor Kaut dan Haris Oematan.

Pesan di dalam pembatas buku adalah:

  • Semua orang berhak untuk hidup bebas tanpa kekerasan
  • Perempuan bahagia, Hidup bahagia
  • Hentikan kekerasan hari ini, esok kita hidup terhormat
  • We Can; Hidup terhormat tanpa Kekerasan terhadap Perempuan
  • Satu suara, Satu keyakinan, Hentikan kekerasan seksual sekarang
  • Impianku, Dunia tanpa Kekerasan
  • Stop Kekerasan berbasis Gender dan perbedaan jenis kelamin
  • Yang terkuat diantara kamu adalah dia yang dapat mengendalikan amarahnya
  • Diawali dengan kekerasan dan berakhir dengan memalukan
  • Semakin kamu setia, sabar, mendukung, perhatian, setara, penuh kehidupan, dan anti kekerasan, maka kamu semakin Laki-laki
Last Updated on Thursday, 23 February 2012 03:39
 
We Can Diskusi Publik PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 23 February 2012 03:33

Diskusi Publik

Aliansi We Can Kupang – NTT telah melakukan 2 kali kegiatan Diskusi Publik:

Diskusi Publik pertama menggunakan tema “Mari bicara mengenai gender, dengan We Can; Hidup setara setiap hari” yang dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2010 di Fatunisuan, Kecamatan Timor Tengah Utara, Kabupaten Kupang. Kegiatan dihadiri oleh 312 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 165 perempuan dan 147 laki-laki, dari 16 fakultas dari 6 Universitas atau Kampus di NTT.

Aliansi We Can Kupang – NTT bekerja sama dengan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia dalam Konferensi Forum Study Meeting Cabang XXII. Kegiatan difasilitasi oleh Winston Rondo dan Merry Djami, dengan materi; (1) Perbedaan antara seks dan gender, (2) Kesetaraan gender, (3) Perkenalan pada Kampanye We Can untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, dari visi dan misi, prinsip, Aliansi, dan Strategi Kampanye, (4) Bagaimana menjadi change maker, (5) Mengenali kekerasan dan fackor yang memicu kekerasan terjadi, dan (6) bagaimana menjawab atau mendapatkan solusi untuk mencapai visi untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan.

Dari kegiatan ini, terdapat kesepakatan bersama bahwa Kampanye We Can adalah gerakan positif dan semangatnya telah mengispirasi setiap individu; personal dan/atau institusi, dan menjawab rintangan untuk visi hidup terhormat tanpa kekerasan terhadap perempuan. Untuk mencapainya dibutuhkan beberapa perubahan, seperti:

Perubahan dalam cara berkomunikasi:

  • Untuk merubah kemarahan dan kekerasan melalui negosiasi, dialog, dan bahkan canda
  • Untuk merubah keluhan menjadi bersyukur
  • Untuk merubah orientasi ekonomi menjadi orientasi relasi
  • Untuk merubah kebiasaan menggunakan kata negatif menjadi kata positif
  • Untuk tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah
  • Mendukung korban kekerasan, tanpa mempermalukan mereka
  • Untuk setia dan dipercaya oleh pasangan dengan menggunakan prinsip hidup dengan saling mencintai
  • Bangga dan menghargai hal-hal kecil dalam hidup dan sekitar kita
  • Menyayangi anak-anak dan melindungi yang lemah


Menumbuhkan dan mengembangkan visi dan misi perubahan:

  • Mencoba lebih menyadari untuk menarik kekuatan dari masa depan kedalam realita hari ini
  • Memulai misi kita sebagai sebuah jalan untuk mengembangkan sikap dan perilaku kita secara konsisten dan berkelanjutan
  • Menggunakan cinta sebagai sebuah gaya hidup atau jalan hidup melalui kebaikan, Keramahan, sabar, memaafkan, sopan santun, rendah hati atau bersahaja, memberi, dan jujur. 


Diskusi Publik kedua dilakukan di sekretariat GMKI Kupang pada tanggal 22 Desember 2010 yang bertepatan dengan Hari Ibu. Dalam diskusi ini dihadiri oleh 86 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 62 perempuan dan 24 laki-laki. Tema yang digunakan adalah ”Kita bisa menghapuskan kekerasan terhadap perempuan, Ayo Setara Setiap Hari”. Kegiatan ini dimoderator oleh Winston Rondo dengan 3 narasumber, yaitu;

  • Libby Sinlaeloe (Direktur Rumah Perempuan) dengan presentasi mengenai ”Laporan tahunan pendampingan Rumah Perempuan periode 2010”
  • Ana Djunaka (perwakilan Media KURSOR) dengan presentasi mengenai ”Laporan tahunan Media KURSOR tentang gambarandan analisa Kekerasan periode 2010”
  • Pdt DR. Eben Nuban Timo dengan presentasi mengenai ”Refleksi dan Analisa: Apakah Patriarki adalah akar dari kekerasan terhadap perempuan? Dan sharing mengenai buku Sidik Jari Allah dengan sudut pandang budaya”


Tujuan kegiatan adalah:

  • Meningkatkan pengetahuan dan analisa kritis dari Potensial change maker dan change maker akan informasi dan kenyataan kekerasan terhadap perempuan selama periode 2010
  • Membangun kesadaran kolektif dan Gerakan sosial untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan
Last Updated on Thursday, 23 February 2012 03:36
 
We Can Goes to Campus PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 23 February 2012 03:31

We Can Goes to Campus

Dilaksanakan pada tanggal 04 Desember 2010 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Nusa Cendana (UNDANA) – Kupang. Menggunakan Tema ”Bincang-bincang tentang Hidup Terhormat tanpa Kekerasan terhadap perempuan”, kegiatan ini dihadiri oleh 148 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 63 perempuan dan 85 laki-laki, dari pengurus BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) dari Niaga, Negara, dan Sosiologi, serta mahasiswa dari FISIP. Diskusi Publik ini dilaksanakan dengan kerjasama antara Aliansi We Can Kupang – NTT dan BEM FISIP –Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang.

Alur kegiatan adalah:

  • Kata sambutan dari Melan Rihi Pake, Ketua BEM FISIP dengan beberapa pesan kunci untuk pemuda, terutama mahasiswa, untuk terus meningkatkan semangat untuk melakukan dialog untuk mencari dan menemukan solusi, serta mendorong anggota komunitas atau publik luas untuk lebih menyadari isu gender dan kekerasan terhadap perempuan.
  • Perkenalan dalam sesi diskusi oleh Melan Rihi Pake selaku moderator
  • Presentasi dari Roswita Djaro mengenai isu kekerasan terhadap perempuan dan Gerakan Kampanye We Can
  • Presentasi dari Wendy Bulan mengenai Analisa Gender dalam Pembangunan
  • Penutup oleh moderator
Last Updated on Thursday, 23 February 2012 03:32
 
We Can Diskusi Kampung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 23 February 2012 03:29

We Can Goes to Village

Aliansi We Can Kupang-NTT telah melaksanakan diskusi kampung di:

Dusun Puru, Desa Merbaun pada tanggal 18 Agustus 2010, dan dihadiri oleh 60 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 28 perempuan dan 32 laki-laki. Tema diskusi adalah ”Cipta KampuNG SeTARA – CINTA). Alur kegiatan adalah:

  • Pembukaan oleh Nikanor Natumnea seorang Tokoh Masyarakat Desa Merbaun, dimana beliau mendukung Aliansi We Can Kupang – NTT untuk mensosialisasikan Kampanye We Can untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, terutama di Desa Merbaun
  • Dilanjutkan oleh Meliana Benusu seorang Pendeta dari Desa Merbaun, dimana beliau mengajak laki-laki, terutama Bapak rumah tangga, untuk lebih memahami istri dan anak mereka
  • Perkenalan oleh Haris Oetaman (koordinator Aliansi We Can Kupang-NTT) sebagai fasilitator dalam diskusi. Materi yang diberikan adalah; kekerasan terhadap perempuan (dari pemetaan dan faktor penyebab kekerasan), merumuskan alternatif dalam memecahkan masalah, menemukan asset/kekuatan pada diri sendiri, dan membangun mimpi kolektif bersama Kampanye We Can
  • Deklarasi dari seluruh peserta


Desa Bolou Sabu Timur, Kabupaten Kupang, pada tanggal 30 September – 3 Oktober 2010, dan dihadiri oleh 43 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 26 perempuan dan 17 laki-laki. Tema kegiatan adalah ” Pemuda Sabu Raijua-Sarai menjadi change maker dan penuh visi” dan menggunakan metode visioning untuk merumuskan Visi Sarai Setara. Kegiatan terlaksana atas hasil kerjasama BP Pemuda GMIT Sinode dan Aliansi We Can Kupang – NTT, dan diorganisir oleh Yomiani Radja, Roswita Djaro, Haris Oematan, dan Merry Djami.

Alur kegiatan adalah:

  • Pembukaan dari Bapak Tobias Uly utusan bupati Sabu Raijua
  • Perkenalan dan Berbagi Inspirasi oleh Haris Oematan sebagai representasi Aliansi We Can Kupang – NTT
  • Perkenalan pada Kampanye We Can untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan oleh Haris Oematan
  • ”Menjadi pemimpin yang melayani masyarakat atau komunitas” oleh Merry Djami
  • “Menjadi pemimpin yang berfikir dan berdasar pada asset atau kekuatan” oleh Roswita Djaro
  • “Mimpi kesetaraan Sabu Raijua (Sarai)” oleh Haris Oematan, Merry Djami, Roswita Djaro, dan Yomi.


Last Updated on Thursday, 23 February 2012 03:31
 
We Can Door to Door PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 23 February 2012 03:27

Focus Group Discussion-FGD (We Can Door to Door dan We Can Goes to Community)

Aliansi We Can Kupang – NTT telah beberapa kali melakukan diskusi di komunitas dan kelompok sasaran, dengan menggunakan metode FGD. Kegiatan yang telah dilakukan adalah:

Focus Discussion Group untuk laki-laki change maker dan potensial change maker
Kegiatan ini bekerjasama dengan BP Pemuda dan Rumah Perempuan. Untuk memperingati Hari Perempuan Internasional pada tanggal 8 Maret, Aliansi We Can Kupang bersama BP Pemuda Sinode GMIT dan Rumah Perempuan melakukan sosialisasi tentang kampanye penghentian kekerasan terhadap perempuan.

Sangat penting bagi laki-laki yang menjadi pelaku kekerasan untuk menghentikan dan/atau mencari jalan keluar bagi kasus kekerasan terhadap perempuan. Oleh karena itu, Aliansi We Can Kupang dan jaringan, menyasar kepada individu laki-laki untuk melakukan perubahan dan menjadi change maker, serta mengajak laki-laki lain untuk melakukan hal yang sama.

Dengan tema diskusi “Bersama laki-laki untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan”, yang telah dilakukan di Gereja Diaspora Dano Ina Oesapa pada tanggal 27 Febuari 2010. Dalam diskusi ini dihadiri oleh 30 pemuda, terdiri dari 14 perempuan dan 16 laki-laki, dari Gereja Bethel Oesapa tengah, Nazaret Oesapa Timur, Laharoi Tuak Sabu, dan Diaspora Dano Ina. Narasumber adalah Bapak Winston Rondo (BPP GMIT Sinode), Ibu Meri Djami (Aliansi We Can Kupang), dan Bapak Hofni Tefbana (Konselor laki-laki dari Rumah Perempuan- khusu klien laki-laki- pelaku kekerasan terhadap perempuan), serta moderator oleh Ibu Usi Yomi Radja (change maker dari Kupang). Peserta antusias terhadap materi, sehingga mereka lebih mengerti apa yang harus dilakukan dan peran serta mereka untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.

Focus Discussion Group untuk laki-laki potensial change maker
Kegiatan ini bekerja sama dengan BP Pemuda, GMIT, dan Oxfam Australia, telah dilakukan 2 kali pada tanggal 27 Febuari 2010 dan 27 Maret 2010 di Gereja Diaspora Danoina Oesapa. Dihadiri oleh 87 potensial change maker, terdiri dari 33 perempuan dan 54 laki-laki yang datang dari 6 Desa dan 2 kecamatan. Potensial change maker berasal dari beragam latar belakang, seperti; pemuda gereja, guru, Kader Posyandu, Kepala Desa, dan pendeta.

Tema kegiatan adalah “Bersama Laki-laki untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan: setara setiap hari”. Narasumber adalah Bapak Winston Rondo (BPP GMIT Sinode), Bapak Semuel Victor Nitty, STh (Pendeta, Dosen Fakultas Theology di UKAW, dan Anggota Dewan-DPRD NTT), dan Ibu Meri Djami (Aliansi We Can Kupang). Peserta didominasi oleh laki-laki, baik narasumber dan peserta, sebagai salah satu cara menunjukan bahwa keikutsertaan laki-laki dapat menjadi metode alternatif untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.

Focus Discussion Group bersama Aliansi We Can Kupang-NTT
Diskusi telah dilakukan pada hari Kamis, 11 Juni 2010 di Masjid Alfitrah dengan narasumber oleh; Haris Oematan (Koordinator Aliansi We Can Kupang dan Tim Inti Region Nusa Tenggara), Ustad Surya (Aliansi We Can Mataram), dan Ibu Merryam dari Aliansi We Can Mataram, serta moderator oleh Ustad Maman. Dihadiri oleh 20 potensial change maker, terdiri dari 4 perempuan dan 16 laki-laki dari Kelompok Remaja Masjid, Pemuda GMIT Betel Oesapa, dan Relawan Cis Timor.

Peserta tertarik dengan diskusi gender dan Islam, dan mayoritas peserta actif berpartisipasi selama proses diskusi. Peserta yang belum mengerti ajaran Islam tentang gender, setelah diskusi pemahaman dan pengetahuan mereka meningkat, meskipun diskusi hanya dilakukan selama satu jam.

Focus Discussion Group dari Asrama ke Asrama
Kegiatan telah dilakukan 2 kali, yaitu; (1) pada tanggal 27 November 2010 di Asrama KM3N Kupang, dihadiri oleh 20 potensial change maker, terdiri dari 8 perempuan dan 12 laki-laki, dan (2) pada tanggal 28 November 2010 di Asrama Limbers, Kecamatan Oesapa, Kota Kupang, dihadiri oleh 10 potensial change maker, semuanya adalah perempuan. Diskusi difasilitasi oleh Merry Djami dan Siska Solokana.

Focus Discussion Group bersama Jurnalis
Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2010, pukul 14.00-18.00 WITA, di Sekretariat Buletin Jaring atau Sekretariat BP Pemuda GMIT. Dihadiri oleh 20 potensial change maker, terdiri dari 8 perempuan dan 12 laki-laki, dari Jurnalis ”Buletin Jaring” Media Orang Muda. Buletin Jaring adalah media dari Kelompok Pemuda di Gereja, yang menerbitkan minimal 500 exemplar setiap bulan dan didistribusikan ke Pemuda dan Pendeta seluruh Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama Gereja Masehi Injil Timor. Kegiatan difasilitasi oleh Haris Oematan dan Wendy Bulan.

Last Updated on Thursday, 23 February 2012 03:29
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3

Search

@wecan_indonesia

wecan_indonesia: lomba kreatif We Can Indonesia, foto/gambar/desain yang bertemakan "Perempuan Saat Ini" sampai tanggal 21 Mei 2012 http://t.co/rqsf2urX
Facebook Image