mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday150
mod_vvisit_counterYesterday64
mod_vvisit_counterThis week214
mod_vvisit_counterLast week372
mod_vvisit_counterThis month1605
mod_vvisit_counterLast month3816
mod_vvisit_counterAll days15087

We have: 1 guests, 1 bots online
Your IP: 38.107.179.236
 , 
Today: May 20, 2012


Aliansi We Can Kendari
Media Kampanye PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 03 February 2012 15:46

Pentas Seni
Aliansi We Can Kendari telah menggunakan seni lokal sebagai strategi kampanye untuk menginformasikan isu kekerasan terhadap perempuan dan Kampanye We Can. Seni lokal yang digunakan adalah seni Gambus seni dari suku Bajo. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 November 2010 di aula desa Bajo Indah, kelurahan Soropia, kabupaten Konawe. Dihadiri oleh 46 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 10 perempuan dan 36 laki-laki, yang merupakan pengawai pemerintah/pegawai negri, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, nelayan, dan masyarakat desa Bajo Indah.

Seni Gambus dari Bajo menggunakan nyanyian, lagu, puisi, dan instumen musik, dimana mereka menyampaikan pesan penghentian kekerasan terhadap perempuan. Dalam pentas seni ini, change maker dan difasitasi oleh tim managemen aliansi We Can Kendari, turut memberikan materi mengenai isu kekerasan terhadap perempuan dan Kampanye We Can sebagai kampanye penghentian kekerasan terhadap perempuan.


Talk Show Radio
Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 24 November 2010 di Radio Swara Alam Kendari; salah satu radio swasta yang disukai oleh kaum pemuda dan publik luas. Tujuan dari talk show ini adalah untuk memberikan informasi mengenai kekerasan terhadap perempuan, serta bagaimana strategi dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan Kampanye We Can untuk mengurangi dan bahkan menghentikan kekerasan terhadap perempuan di Kendari. Tema yang diangkat adalah “Perlindungan untuk Perempuan” dengan Ros sebagai moderator dan narasumber oleh Ibu Hj. Nur Endang Abass SE, MSi (Kepala Divisi Pemberdayaan dan KB untuk Sulawesi Tenggara) yang menyampaikan materi mengenai “Undang-undang pemerintah daerah untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan” dan Ibu Husnawati (Aliansi We Can Kendari) yang menyampaikan mengenai “Strategi Kampanye We Can untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan”.

Last Updated on Friday, 03 February 2012 15:47
 
We Can Diskusi Publik PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 03 February 2012 15:35

Diskusi Publik

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 31 Desember 2010 di Hotel Aden – Kendari, dan dihadiri oleh 85 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 69 perempuan dan 16 laki-laki, yang berasal dari pemerintah lokal/daerah, pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, karyawan, wiraswasta, aktifis, dan media massa. Dengan menggunakan tema “Refleksi Akhir Tahun: Hidup Terhormat tanpa Kekerasan terhadap Perempuan”, untuk melakukan refleksi akan upaya pemerintah, aktifis, dan masyarakat luas untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan.

Alur kegiatan:

  • Tarian pembuka; “Tari Silat” oleh potensial change maker dan change maker dari desa Gunung Jati
  • Pidato pembukaan oleh coordinator Aliansi We Can Sulawesi Tenggara
  • Kata sambutan dari keynote speaker; Hj. Nur Endang Abaas, SE, MSi (Kepada Pemberdayaan Perempuan dan KB untuk propinsi Sulawesi Tenggara)
  • Pembacaan puisi oleh Rahma R. Talui, seorang change maker
  • Testimonial change maker oleh Rahma R Talui dan ST. Fatimah
  • Presentasi oleh Hj. Nur Endang Abaas, SE, MSi (Ketua Pemberdayaan Perempuan dan KB untuk propinsi Sulawesi Tenggara) yang menyampaikan materi mengenai “Strategi untuk pemberdayaan perempuan dan penghentian kekerasan terhadap perempuan di Sulawesi Tenggara”
  • Presentasi dari Risma Umar (Koordinatior Tim Inti Nasional We Can Indonesia) yang menyampaikan materi mengenai “Kampanye We Can sebagai salah satu strategi dan metode alternatif untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan”
  • Presentasi dari Aisa Rauf (Aktifis Perempuan) yang menyampaikan materi mengenai”Kondisi kekerasan terhadap perempuan Sulawesi Tenggara”
Last Updated on Friday, 03 February 2012 15:42
 
We Can Goes to Campus PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 03 February 2012 15:29

We Can Goes to Campus

Aliansi We Can Kendari telah melaksanakan 2 kali kegiatan We Can Goes to Campus, yaitu:

Pertama; pada tanggal 26 Oktober 2010 di Aula Univerisitas Muhammadiah Kendari (UMK) dan dihadiri oleh 55 potensial change maker dan change maker yang merupakan mahasiswa, dosen, akademisi, dan straf administrasi. Tema yang diangkat adalah “Ini adalah waktunya untuk menciptakan kehidupan tanpa kekerasan terhadap perempuan”, dalam bentuk seminar. Kegiatan diselenggarakan atas kerjasama antara Aliansi We Can Kendar dengan pengajar dan staf dari Pusat Studi Gender UMK, serta organisasi kampus.

Alur kegiatan:

  • Pembukaan oleh Ketua Pusat Studi Gender Universitas Muhammadiah Kendari; Ibu DR. Marlina, S.Ag. M.Ag yang memberikan respon positif dan dukungan dari Universitas Muhammadiyah pada kegiatan Kampanye We Can untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan, terutama di institusi pendidikan
  • Pembacaan puisi oleh mahasiswa
  • Pembukaan sesi diskusi oleh Safril Munandar (change maker dan mahasiswa) selaku moderator
  • Presentasi dari DR. H. Hilaludin Hanafi, SPd, MPd (dosen UMK dan pemerhati isu perempuan) dengan presentasi mengenai kekerasan terhadap perempuan dalam prespektif budaya dan agama
  • Presentasi dari Anita Racham (Tim managemen Aliansi We Can Kendari) dengan presentasi mengenai strategi Kampanye We Can untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan
  • Diskusi (TanyaJawab)
  • Penutupan


Kedua; pada bulan November 2010 di Universitas Haluoleo (UNHALU) dan dihadiri oleh 79 potensial change maker dan change maker. Aliansi We Can Kendari telah bekerjasama dengan Pusat Studi Gender UNHALU dan BEM komite Fakultas Hukum. Tema yang diangkat adalah “Intelektual, sekarang waktunya untuk mewujudkan kehidupan Kampus yang lebih baik dan terhormat tanpa kekerasan terhadap perempuan”.

Alur kegiatan:

  • Pembukaan oleh Dekan Fakultas Hukum UNHALU; DR. Muntaha, SH, MH, yang memberikan dukungannya kepada Aliansi We Can Kendari untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan di institusi pendidikan, terutama di UNHALU
  • Presentasi dari Dharma Ode Gahu (Aliansi We Can Kendari) mengenai Kampanye We Can Indonesia untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan
  • Presentasi dari Bapak Herman SH, L.LM, mengenai kekerasan terhadap perempuan dalam prespektif Hukum
  • Presentasi dari Ibu Hartina Batoa, SP, MSi, mengenai mengurangi terjadinya kekerasan terhadap perempuan
  • Diskusi (TanyaJawab)
  • Deklarasi untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan oleh seluruh peserta
Last Updated on Friday, 03 February 2012 15:35
 
We Can Diskusi Antar Kampung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 03 February 2012 15:25

Diskusi Antar Kampung

Kegiatan telah dilaksanakan 2 kali, yaitu:

  1. Pada tanggal 31 Oktober 2010 di aula desa Tobuha, Kabupaten Mandonga, dan dihadiri oleh 20 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 17 perempuan dan 3 laki-laki yang berasal dari kapubaten Mandonga dan kabupaten Punggolaka sub-district. Diorganisir oleh Citra dan difasilitasi oleh Sulhani M. Pratiwi.
  2. Pada tanggal 18 November 2010 di Kabupaten Bonggoeyo, yang dihadiri oleh 20 potensial change maker dan change maker, terdiri dari 18 perempuan dan 2 laki-laki, berasal dari kabupaten Bonggoeya dan kabupaten Wua-Wua. Kegiatan difasilitasi oleh Darma Ode Gahu


Alur diskusi:

  • Perkenalan oleh fasilitator
  • Presentasi mengenai isu kekerasan terhadap perempuan, konsep dan prinsip Kampanye We Can, dan Hukum dan Undang-undang untuk perlindungan perempuan (nasional dan lokal)
  • Diskusi (TanyaJawab)
  • Penutupan
Last Updated on Friday, 03 February 2012 15:27
 
We Can Diskusi Kampung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 03 February 2012 15:24

We Can Goes to Village

Diskusi kampung telah dilaksanakan sebanyak 8 kali, yaitu di:

  1. Desa Jati Raya, kelurahan Wawowanggu, kabupaten Kadia, pada bulan Oktober 2010, difasilitasi oleh Husna
  2. Desa Tahura, kelurahan Watu-Watu, Kabupaten Kota Kendari pada tanggal 10 Oktober 2010, dan dihadiri oleh 16 potensial change maker, terdiri dari 4 perempuan dan 12 laki-laki. Difasilitasi oleh Rahma R. Talui
  3. Desa Gunung Jati, Tahura Nipa-Nipa, pada tanggal 12 Oktober 2010, dan dihadiri oleh 20 potensial change maker, terdiri dari 15 perempuan dan 5 laki-laki. Difasilitasi oleh Safril Munandar
  4. Kelurahan Padaleu pada tanggal 16 Oktober 2010, dan dihadiri oleh 22 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan. Difasilitasi oleh Sarifain
  5. Kelurahan Puwatu pada tanggal 19 Oktober 2010, dan dihadiri oleh 24 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan. Difasilitasi oleh Sarifain
  6. Desa Alolama, pada tanggal 20 Oktober 2010, dan dihadiri oleh 16 potensial change maker, terdiri dari 12 perempuan dan 4 laki-laki. Difasilitasi oleh Sarifain
  7. Desa Jati Bali, kelurahan Amoito Siama pada tanggal 21 Oktober 2010, dan dihadiri oleh 14 potensial change maker, terdiri dari 12 perempuan dan 2 laki-laki. Difasilitasi oleh Husnawati
  8. Komunitas Pemulung, Kelurahan Kadia, yang dihadiri oleh 19 potensial change maker, terdiri dari 16 perempuan dan 3 laki-laki. Difasilitasi oleh Husnawati
Last Updated on Friday, 03 February 2012 15:25
 
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>

Page 1 of 3

Search

@wecan_indonesia

wecan_indonesia: lomba kreatif We Can Indonesia, foto/gambar/desain yang bertemakan "Perempuan Saat Ini" sampai tanggal 21 Mei 2012 http://t.co/rqsf2urX
Facebook Image