mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday150
mod_vvisit_counterYesterday64
mod_vvisit_counterThis week214
mod_vvisit_counterLast week372
mod_vvisit_counterThis month1605
mod_vvisit_counterLast month3816
mod_vvisit_counterAll days15087

We have: 1 guests, 2 bots online
Your IP: 38.107.179.238
 , 
Today: May 20, 2012


Aliansi We Can Jabodetabek
We Can Diskusi Publik PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 30 January 2012 05:47

Diskusi Publik dan Pentas Seni We Can

Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 21 November 2010 di Desa Kincir, Bojong Gede, Jawa Barat. DIhadiri oleh 200 Change Maker dan potensial change maker, terdiri dari 190 perempuan dan 10 laki-laki. Kegiatan ini diorganisir oleh Aliansi We Can Jabotabek dan change maker dari Desa Kincir-Bojong Gede.

Alur kegiatan:

  • Pembukaan oleh Widji selaku perwakilan aliansi We Can Jabotabek, yang memberikan penjelasan akan tujuan dari Diskusi Publik
  • Sambutan dari perangkat Desa
  • Pentas Seni oleh change maker yang menyanyikan Lagu Kasidah “Perdamaian” dengan menggunakan lirik We Can
  • Presentasi dari Naning (Tim Inti Region Jawa I) mengenai latar belakang dan Tujuan dari Kampanye We Can Indonesia untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan
  • Presentasi dari Nurhidayah (perwakilan managemen We Can aliansi Jabotabek) mengenai aliansi We Can Jabotabek, dari Khalayak sasaran, strategi, kegiatan, dan events
  • Diskusi Interaktif oleh Erna (Tim Inti Region Java I) mengenai isu kekerasan terhadap perempuan dalam konteks lokal dan kenyataan yang terjadi di Indonesia, khususnya wilayah Jabotabek.
  • Pentas seni oleh change maker dan potensial Change Maker yang menampilkan tarian dan teater mengenai change maker dalam menghentikan kekerasan terhadap perempuan.
  • Pentas Seni oleh Change Maker dan potensial Change Maker yang mempertunjukkan drama musikal We Can: Hidup terhormat tanpa Kekerasan terhadap Perempuan.


Outcome:

  • Lebih dari 150 individu mendapatkan informasi tentang isu kekerasan terhadap perempuan dan Kampanye We Can Indonesia
  • Change maker dan Change Maker Potensial dapat menggunakan kesenian dan budaya local sebagai strategi untuk memberikan pesan Kampanye We Can untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan kepada publik
  • Adanya dukungan dari pejabat setempat dan pemerintah dalam kegiatan Kampanye We Can
Last Updated on Monday, 30 January 2012 05:48
 
TOT Change Maker We Can Indonesia PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 30 January 2012 05:40

TOT Change Maker

Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tangga 27-28 Juli 2010 di Graha Insan Cita, Depok. Dihadiri oleh 18 change maker, terdiri dari 17 perempuan dan 1 laki-laki. Kegiatan ini diorganisir oleh Widji, Naning, dan Erna, juga difasilitasi oleh Yayat dan Alfidana Mariawati (perwakilan Tim Inti Nasional We Can Indonesia). Selama proses berlangsung, mayoritas peserta memberika respon positif dan aktif, hal ini dikarenakan metode baru fasilitasi yang menggunakan ide-ide kreatif dari peserta.

Outcome:

  • Telah meningkatnya kapasitas dan ketrampilan dari Change maker dalam Strategi Kampanye We Can 
  • Telah meningkatnya kapasitas dan ketrampilan dari Changemaker untuk dapat mengenali diri dan orang lain sebagai change maker
  • Telah meningkatnya kapasitas dan ketrampilan dari Change maker dalam menyampaikan sebuah pesan dan mendorong individu lain untuk melakukan perubahan
  • Telah meningkatnya kapasitas dan ketrampilan dari Change maker untuk menjadi trainer dan menfasilitasi change maker dan potesial change maker lain
Last Updated on Monday, 30 January 2012 05:47
 
We Can Diskusi Antar Kampung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 30 January 2012 05:38

Diskusi Antar Kampung

Peserta merupakan change maker dan potensial change maker yang telah mengikuti kegiatan diskusi kampung. Para peserta berbagi pengalaman, baik capaian maupun rintangan, sebagai change maker. Serta berbagi strategi dan metode mengajak individu lain untuk melakukan perubahan sikap dan perilaku dengan tidak menjadi korban dan/atau pelaku kekerasan, yang kemudian menjadi seorang Change Maker. Dalam diskusi ini, peserta juga memberi masukan dan rekomendasi akan strategi We Can, yaitu dengan meningkatkan pengetahuan tentang hukum dan undang-undang akan kekerasan terhadap perempuan. Dengan pengetahuan tersebut, change maker dapat menginformasikan kepada publik bahwa telah ada hukum dan undang-udang untuk menghentikan segala macam bentuk kekerasan terhadap perempuan.

Diskusi Antar Kampung di Jabotabek menggunakan diskusi dan bermain peran. Kegiatan dilaksanakan di secretariat LBH-APIK di Kampung Tengah, Kramat Jati-Jakarta timur, pada tanggal 13 Januari 2010. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh 40 potensial Change Maker dan change maker, dimana seluruh peserta merupakan Ibu rumah tangga. Kegiatan ini difasilitasi oleh Widji Sri Rahayu dan Naning.

Last Updated on Monday, 30 January 2012 05:38
 
We Can Diskusi Kampung PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 30 January 2012 05:33

We Can Goes To Kampung

Aliansi We Can Jabotabek telah melaksanakan We Can Goes To Kampung sebanyak 12 kali, di:

  • Kecamatan Cipinang Muara, pada tanggal 12 Januari 2010 dengan Yohana dan Robby sebagai fasilitator, dan dihadiri oleh 22 potensial Change Maker, seluruhnya adalah perempuan.
  • Desa Marlina, Kecamatan Muara Baru, pada tanggal 10 Agustus 2010 dan dihadiri oleh 14 potensial Change Maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini diorganisir dan difasilitasi oleh Naning dan Danriani. Desa Marlina area pemukiman padat penduduk, dimana anggota komunitas datang dari banyak latar belakang; etnik, budaya, agama, dsb, yang berkumpul dan berinteraksi satu sama lain. Mayoritas dari anggota komunitas adalah perempuan dari bermacam latar belakang pendidikan dan mayoritas adalah Ibu rumah tangga yang tidak bekerja di sector public.
  • Desa Bojong Gede, Kabupaten Bogor, pada tanggal 1 Agustus 2010, dan dihadiri oleh 20 Potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini difasilitasi dan diorganisir oleh Yayat dan Santi. Mayoritas mata pencaharian perempuan adalah buruh garmen dan Ibu rumah tangga.
  • Desa Rawa Badak, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada tanggal 2 Agustus 2010, dan dihadiri oleh 15 potensial Change Maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Yayat dan Halima. Mata pencaharian di Desa Rawa Badak adalah nelayan, buruh pabrik, Ibu rumah tangga, tukang ojek, dan pengangguran. Lingkungan seperti ini rentan terjadi kekerasan, terutama pada perempuan.
  • Desa Sampahan, Kecamatan Muara Baru, pada tanggal 20 Agustus 2010 dan dihadiri oleh 12 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Naning
  • Desa Perumpung pada 12 October 2010 dan dihadiri oleh 27 Change Maker Potensial dan change maker, semua perempuan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Naning.
  • Kampung Rawa Badak, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada tanggak 20 Oktober 2010 dan dihadiri oleh 16 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Yayat dan Halima dengan tema “Dengan cinta tanpa Kekerasan terhadap Perempuan”.
  • Desa Bojong Gede, Kabupaten Bogor, pada tanggal 23 Oktober 2010 dan dihadiri oleh 17 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini adalah kegiatan kedua kalinya diadakan We Can Goes To Kampung di Bojong Gede, yang pertama pada Agustus 2010. Kegiatan ini difasilitasi oleh Yayat dan Voni
  • Kotamadya Depok, pada tanggal 24 Oktober 2010 dan dihadiri oleh 17 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Naning
  • Kampung Muara Baru, pada tanggal 27 Oktober 2010 dan dihadiri oleh 22 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan.
  • Kampung Jalan Raya Tengah pada tanggal 28 Oktober 2010, dihadiri oleh 12 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan.
  • Kampung Muara, Kecamatan Cipinang, pada tanggal 4 November 2010 dan dihadiri oleh 21 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan.
Last Updated on Monday, 30 January 2012 05:35
 
Media Kampanye PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 20 January 2012 09:12

Pentas Seni
Aliansi We Can Jabotabek telah menggelar pertunjukan seni, seperti teater dan puisi yang bertemakan penghentian kekerasan terhadap perempuan dan bagaimana metode We Can Indonesia untuk mengakhirinya. Secara garis besar, pentas seni menampilkan pengalaman perempuan akan kekerasan di dalam kehidupannya dan sangatlah penting untuk mengubah kondisi dan situasi tersebut. Oleh karena itu kita harus memiliki satu jenis metode perubahan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, dengan menjadi pelaku perubahan/change maker. Pentas seni dimainkan oleh para change maker dari Jabotabek.

Jingle Radio
Aliansi We Can Jabotabek telah membuat jingle radio yang digunakan untuk memperkenalkan We Can Indonesia. Lirik yang dibuat oleh Yohana dan Souvenir band (Leo and friends) adalah pencipta dari jingle tersebut. jingle radio telah diputar di Radio Bahana FM 108 pada 21-24 Desember 2009 dengan menggunakan momen Hari Ibu pada tanggal 22 dan moment Hari Internasional End of violence against women and Human Rights (Penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan Hak Asasi Manusia).

Kampanye Kit
Aliansi We Can Jabotabek telah memproduksi Kampanye kit yang disesuaikan dengan lokal konteks masyarakat Jabodetabek yang budaya modern. Kampanye kits yang diproduksi berupa:

  • 360 buah Mug dengan tulisan “Ends All Violence Against Women”.
  • 100 buah waslap dengan menggunakan bahan kain dan mencantumkan slogan “Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan”. Waslap ini dibuat oleh para change maker Jabodetabek, dimana alasannya adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kreativitas change maker dan lebih mendekatkan We Can Indonesia, sehingga dapat meningkatkan emosional dengan menjadi bagian dari We Can Indonesia. Serta merupakan salah satu kegiatan untuk pemberdayaan pada pembuat perubahan ekonomi.
  • 100 buah payung dengan slogan kampanye 1) Hidup Penuh Cinta Tanpa Kekerasan terhadap Perempuan; 2) Keluaga Sakinah adalah Tanpa Kekerasan Terhadap Perempuan.
  • 50 buah lukisan perca yang diproduksi oleh change maker dari Jakarta utara. Kain perca ini disesuaikan dengan kemampuan dan media yang efektif untuk sosialisasi penghentian kekerasan terhadap perempuan. Para change maker tersebut merasa bahwa dengan membuat kit kampanye ini, mereka dapat membuat cerita mengenai masyarakat tanpa kekerasan terhadap perempuan (kampanye positif).
  • 200 buah tas tangan dengan warna merah dan putih, serta logo We Can Indonesia.
  • 200 eksemplar Doa buku (Buku Do'a - Syarif Majmu dan koleksi doa) untuk potensial change maker, dimana mayoritasnya adalah pemeluk agama Islam, sehingga diperlukan suatu kit kampanye yang akrab dan popular bagi pemeluk agama Islam. Di dalam penutup terdapat salawat dan hadits Nabi mengenai sikap dan perilaku yang baik dengan tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan.
Last Updated on Friday, 20 January 2012 09:13
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2

Search

@wecan_indonesia

wecan_indonesia: lomba kreatif We Can Indonesia, foto/gambar/desain yang bertemakan "Perempuan Saat Ini" sampai tanggal 21 Mei 2012 http://t.co/rqsf2urX
Facebook Image