|
TOT Change Maker We Can Indonesia |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 30 January 2012 05:40 |
|
TOT Change Maker
Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tangga 27-28 Juli 2010 di Graha Insan Cita, Depok. Dihadiri oleh 18 change maker, terdiri dari 17 perempuan dan 1 laki-laki. Kegiatan ini diorganisir oleh Widji, Naning, dan Erna, juga difasilitasi oleh Yayat dan Alfidana Mariawati (perwakilan Tim Inti Nasional We Can Indonesia). Selama proses berlangsung, mayoritas peserta memberika respon positif dan aktif, hal ini dikarenakan metode baru fasilitasi yang menggunakan ide-ide kreatif dari peserta.
Outcome:
- Telah meningkatnya kapasitas dan ketrampilan dari Change maker dalam Strategi Kampanye We Can
- Telah meningkatnya kapasitas dan ketrampilan dari Changemaker untuk dapat mengenali diri dan orang lain sebagai change maker
- Telah meningkatnya kapasitas dan ketrampilan dari Change maker dalam menyampaikan sebuah pesan dan mendorong individu lain untuk melakukan perubahan
- Telah meningkatnya kapasitas dan ketrampilan dari Change maker untuk menjadi trainer dan menfasilitasi change maker dan potesial change maker lain
|
|
Last Updated on Monday, 30 January 2012 05:47 |
|
We Can Diskusi Antar Kampung |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 30 January 2012 05:38 |
|
Diskusi Antar Kampung
Peserta merupakan change maker dan potensial change maker yang telah mengikuti kegiatan diskusi kampung. Para peserta berbagi pengalaman, baik capaian maupun rintangan, sebagai change maker. Serta berbagi strategi dan metode mengajak individu lain untuk melakukan perubahan sikap dan perilaku dengan tidak menjadi korban dan/atau pelaku kekerasan, yang kemudian menjadi seorang Change Maker. Dalam diskusi ini, peserta juga memberi masukan dan rekomendasi akan strategi We Can, yaitu dengan meningkatkan pengetahuan tentang hukum dan undang-undang akan kekerasan terhadap perempuan. Dengan pengetahuan tersebut, change maker dapat menginformasikan kepada publik bahwa telah ada hukum dan undang-udang untuk menghentikan segala macam bentuk kekerasan terhadap perempuan.
Diskusi Antar Kampung di Jabotabek menggunakan diskusi dan bermain peran. Kegiatan dilaksanakan di secretariat LBH-APIK di Kampung Tengah, Kramat Jati-Jakarta timur, pada tanggal 13 Januari 2010. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh 40 potensial Change Maker dan change maker, dimana seluruh peserta merupakan Ibu rumah tangga. Kegiatan ini difasilitasi oleh Widji Sri Rahayu dan Naning. |
|
Last Updated on Monday, 30 January 2012 05:38 |
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 30 January 2012 05:33 |
|
We Can Goes To Kampung
Aliansi We Can Jabotabek telah melaksanakan We Can Goes To Kampung sebanyak 12 kali, di:
- Kecamatan Cipinang Muara, pada tanggal 12 Januari 2010 dengan Yohana dan Robby sebagai fasilitator, dan dihadiri oleh 22 potensial Change Maker, seluruhnya adalah perempuan.
- Desa Marlina, Kecamatan Muara Baru, pada tanggal 10 Agustus 2010 dan dihadiri oleh 14 potensial Change Maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini diorganisir dan difasilitasi oleh Naning dan Danriani. Desa Marlina area pemukiman padat penduduk, dimana anggota komunitas datang dari banyak latar belakang; etnik, budaya, agama, dsb, yang berkumpul dan berinteraksi satu sama lain. Mayoritas dari anggota komunitas adalah perempuan dari bermacam latar belakang pendidikan dan mayoritas adalah Ibu rumah tangga yang tidak bekerja di sector public.
- Desa Bojong Gede, Kabupaten Bogor, pada tanggal 1 Agustus 2010, dan dihadiri oleh 20 Potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini difasilitasi dan diorganisir oleh Yayat dan Santi. Mayoritas mata pencaharian perempuan adalah buruh garmen dan Ibu rumah tangga.
- Desa Rawa Badak, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada tanggal 2 Agustus 2010, dan dihadiri oleh 15 potensial Change Maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Yayat dan Halima. Mata pencaharian di Desa Rawa Badak adalah nelayan, buruh pabrik, Ibu rumah tangga, tukang ojek, dan pengangguran. Lingkungan seperti ini rentan terjadi kekerasan, terutama pada perempuan.
- Desa Sampahan, Kecamatan Muara Baru, pada tanggal 20 Agustus 2010 dan dihadiri oleh 12 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Naning
- Desa Perumpung pada 12 October 2010 dan dihadiri oleh 27 Change Maker Potensial dan change maker, semua perempuan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Naning.
- Kampung Rawa Badak, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada tanggak 20 Oktober 2010 dan dihadiri oleh 16 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Yayat dan Halima dengan tema “Dengan cinta tanpa Kekerasan terhadap Perempuan”.
- Desa Bojong Gede, Kabupaten Bogor, pada tanggal 23 Oktober 2010 dan dihadiri oleh 17 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini adalah kegiatan kedua kalinya diadakan We Can Goes To Kampung di Bojong Gede, yang pertama pada Agustus 2010. Kegiatan ini difasilitasi oleh Yayat dan Voni
- Kotamadya Depok, pada tanggal 24 Oktober 2010 dan dihadiri oleh 17 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Naning
- Kampung Muara Baru, pada tanggal 27 Oktober 2010 dan dihadiri oleh 22 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan.
- Kampung Jalan Raya Tengah pada tanggal 28 Oktober 2010, dihadiri oleh 12 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan.
- Kampung Muara, Kecamatan Cipinang, pada tanggal 4 November 2010 dan dihadiri oleh 21 potensial change maker, seluruhnya adalah perempuan.
|
|
Last Updated on Monday, 30 January 2012 05:35 |
|
Written by Administrator
|
|
Friday, 20 January 2012 09:12 |
|
Pentas Seni Aliansi We Can Jabotabek telah menggelar pertunjukan seni, seperti teater dan puisi yang bertemakan penghentian kekerasan terhadap perempuan dan bagaimana metode We Can Indonesia untuk mengakhirinya. Secara garis besar, pentas seni menampilkan pengalaman perempuan akan kekerasan di dalam kehidupannya dan sangatlah penting untuk mengubah kondisi dan situasi tersebut. Oleh karena itu kita harus memiliki satu jenis metode perubahan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan, dengan menjadi pelaku perubahan/change maker. Pentas seni dimainkan oleh para change maker dari Jabotabek.
Jingle Radio Aliansi We Can Jabotabek telah membuat jingle radio yang digunakan untuk memperkenalkan We Can Indonesia. Lirik yang dibuat oleh Yohana dan Souvenir band (Leo and friends) adalah pencipta dari jingle tersebut. jingle radio telah diputar di Radio Bahana FM 108 pada 21-24 Desember 2009 dengan menggunakan momen Hari Ibu pada tanggal 22 dan moment Hari Internasional End of violence against women and Human Rights (Penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan Hak Asasi Manusia).
Kampanye Kit Aliansi We Can Jabotabek telah memproduksi Kampanye kit yang disesuaikan dengan lokal konteks masyarakat Jabodetabek yang budaya modern. Kampanye kits yang diproduksi berupa:
- 360 buah Mug dengan tulisan “Ends All Violence Against Women”.
- 100 buah waslap dengan menggunakan bahan kain dan mencantumkan slogan “Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan”. Waslap ini dibuat oleh para change maker Jabodetabek, dimana alasannya adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kreativitas change maker dan lebih mendekatkan We Can Indonesia, sehingga dapat meningkatkan emosional dengan menjadi bagian dari We Can Indonesia. Serta merupakan salah satu kegiatan untuk pemberdayaan pada pembuat perubahan ekonomi.
- 100 buah payung dengan slogan kampanye 1) Hidup Penuh Cinta Tanpa Kekerasan terhadap Perempuan; 2) Keluaga Sakinah adalah Tanpa Kekerasan Terhadap Perempuan.
- 50 buah lukisan perca yang diproduksi oleh change maker dari Jakarta utara. Kain perca ini disesuaikan dengan kemampuan dan media yang efektif untuk sosialisasi penghentian kekerasan terhadap perempuan. Para change maker tersebut merasa bahwa dengan membuat kit kampanye ini, mereka dapat membuat cerita mengenai masyarakat tanpa kekerasan terhadap perempuan (kampanye positif).
- 200 buah tas tangan dengan warna merah dan putih, serta logo We Can Indonesia.
- 200 eksemplar Doa buku (Buku Do'a - Syarif Majmu dan koleksi doa) untuk potensial change maker, dimana mayoritasnya adalah pemeluk agama Islam, sehingga diperlukan suatu kit kampanye yang akrab dan popular bagi pemeluk agama Islam. Di dalam penutup terdapat salawat dan hadits Nabi mengenai sikap dan perilaku yang baik dengan tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan.
|
|
Last Updated on Friday, 20 January 2012 09:13 |
|