|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 18 January 2012 12:31 |
|
Safari Ramadhan dan Distribusi Kampanye Kits Kegiatan ini dilaksankan pada saat bulan puasa dan bekerjasama dengan komunitas Pengajian Ramadhan, pemerintah daerah/lokal, kelompok Pemuda Mesjid, dan pengurus Mesjid. Semua presentasi diberikan oleh Drs.Husna Amin M.Hum selaku perwakilan dari IAIN Ar-Raniry dengan membawa materi mengenai “Nilai Syariat dalam Kekerasan terhadap Perempuan”.
Aliansi We Can Aceh juga telah menempatkan 5 banner We Can Indonesia di tempat umum, yang akan memudahkan publik untuk membaca pesan We Can, yaitu “Dalam moment Fitriah, Mari Kita Bertekad untuk Hidup Terhormat tanpa Kekerasan terhadap Perempuan”. Ini merupakan salah satu strategi untuk menarik pehatian dan mengajak individu di publik untuk mulai dan berpartisipasi dalam Kampanye We Can Indonesia.
Hasil dari kegiatan ini adala 3 change maker dari desa Lambadeuk, Deah Mamplam, dan Lamguron telah berhasil mengandeng stakeholders/pihak-pihak strategi, terutama dari pemerintah lokal/daerah, yang dulunya bias gender untuk lebih sensitive akan isu kekerasan berbasis gender dan kekerasan terhadap perempuan, serta lebih ‘menerima’ dan bekerjasama dengan aktifis hak manusia dan aktifis hak perempuan.
Televisi Talk Show Talk show dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2010 di stasiun TV Aceh dengan narasumber Fitriani KPA yang membawa materi mengenai “Konsep Kampanye We Can untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan” dan Siti Murni dengan materi mengenai “Hak-hak Perempuan”
|
|
Last Updated on Wednesday, 18 January 2012 12:33 |
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 18 January 2012 12:29 |
|
Diskusi Publik
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 5 Agustus 2010 di Museum Aceh dan dihadiri oleh 95 potensial change maker dan change makers dari berbagai kalangan, seperti ibu rumah tangga, tokoh agama, tokoh masyarakat, jaringan, dan pemerintah daerah. Narasumber yaitu Ibu Musdawati yang membawa materi mengenai “Hukum dan Undang-undang kekerasan terhadap perempuan dalam prespektif dan relfeksi konteks Aceh”. Ibu Ruwaida (perwakilan aliansi We Can Aceh) dengan materi mengenai “Pengenalan Kampanye We Can Indonesia untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan”, dan Bapak Syahrizal dengan materi mengenai “Kekerasan terhadap perempuan dalam prespektif Islam”.
Outcome dari kegiatan ini adalah:
- Peserta, terutama dari kalangan grassroots, lebih paham dan menyadari tentang konsep Kampanye We Can Indonesia sebagai metode alternative untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan
- Seluruh peserta telah terinformasi mengenai kekerasan terhadap perempuan dalam prespektif Islam
- Seluruh peserta telah terinformasi mengenai hukum dan undang-undang kekerasan terhadap perempuan
- Peserta telah menyadari dan mengerti mengenai ‘kelemahan’ institusi pemerintah dan penegak hukum dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan
- Peserta lebih mengerti mengenai hak-hak perempuan dan perannya di area publik, domestic, dan politik
|
|
Last Updated on Wednesday, 18 January 2012 12:31 |
|
We Can Diskusi Antar Kampung |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 18 January 2012 12:28 |
|
Diskusi Antar Kampung
Kegiatan ini telah dilaksanakan 2 kali, yaitu:
- Balee Perempuan Leupung pada tanggal 5 Juli 2010 yang dihadiri oleh 50 potensial change maker dan change maker dari desa Lamseunia, Ba’u, dan Deah Mamplam.
- Desa Lambadeuk pada tanggal 9 Juli 2010 yang dihadiri oleh 30 potensial change maker dan change maker dari desa Naga Umbang dan Lambadeuk.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk berbagi dan mendiskusikan pengalaman dan informasi dari change maker akan perubahan serta strategi untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan. Serta berbagi pengalaman change maker dalam mengajak individu di komunitas atau desanya untuk melakukan perubahan sebagai upaya penghentian kekerasan terhadap perempuan.
|
|
Last Updated on Wednesday, 18 January 2012 12:29 |
|
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 18 January 2012 12:26 |
|
TOT Change Maker
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15-16 Juli 2010, yang dihadiri oleh 20 change maker, serta difasilitasi oleh Risma Umar, Cut Risma, dan Donna Swita Hardiani. Tujuan dari TOT change maker yaitu:
- Untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan change maker akan strategi Kampanye We Can Indonesia yang berbasis individu dan mencakup publik luas
- Untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan change maker dalam mengenal diri sendiri dan individu lain sebagai change maker
- Untuk meningkatkan pemahaman, pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan change maker dalam mengkomunikasikan pesan dan mengajak individu lain untuk melakukan perubahan
- Untuk menguatkan kapasitas change maker sebagai trainer dan mengembangkannya dengan berbasis pada individu di publik luas
- Untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan change maker akan hak asasi perempuan dan isu kekerasan terhadap perempuan
Outcome dari TOT Change Maker adalah:
|
|
Last Updated on Wednesday, 18 January 2012 12:28 |
|
Written by Administrator
|
|
Wednesday, 18 January 2012 12:22 |
|
Diskusi Kampung

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran kepada publik luas, terutama perempuan, akan konsep, prinsip, dan tujuan dari Kampanye We Can Indonesia untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan. Kegiatan ini telah dilaksanakan di 10 desa selama bulan Juni-Juli 2010, yaitu:
- Mns Deah Mamplam pada tanggal 1 Juni 2010, dihadiri oleh 36 peserta dan difasilitasi oleh Lena Farsyiah dan Ruwaida.
- Desa Mns. Ba’u pada tanggal 3 Juni 2010, dihadiri oleh 20 perempuan dan difasilitasi oleh Lena Farsyiah dan Ruwaida.
- Desa Naga Umbang pada tanggal 7 Juni 2010, dihadiri oleh 19 perempuan, serta difasilitasi oleh Lena Farsyiah dan Ruwaida
- Desa Meraxa pada tanggal 8 Juni 2010 dan dihadiri oleh 21 peserta
- Desa Lampisang pada tanggal 9 Juni 2010 dan dihadiri oleh 22 peserta
- Desa Lamdom pada tanggal 10 Juni 2010 dan dihadiri oleh 19 peserta
- Desa Lamseunia pada tanggal 28 Juni 2010, dihadiri oleh 14 peserta dan difasilitasi oleh Lena Farsyiah dan Ruwaida.
- Krung Kala Baroh pada tanggal 28 Juni 2010 dan dihadiri oleh 31 peserta
- Krueng Kala Tunong pada tanggal 29 Juni 2010 dan dihadiri oleh 11 peserta
Outcome dari kegiatan ini adalah;
- Terdapat 68 perempuan yang paham akan isu kekerasan terhadap perempuan dan berpotensi untuk menjadi change maker
- Terdapat 38 perempuan yang menjadi change maker
- 20 perempuan change maker telah meningkat pemahaman dan kapasitasnya akan metode Kampanye We Can Indonesia dan mengajan individu lain untuk melakukan perubahan dan berpartisipasi dalam Kampanye We Can Indonesia
- Terdapat 55 laki-laki di Aceh Besar dan Kota Banda Aceh yang telah aktif terlibat dan berpartisipasi dalam Kampanye We Can Indonesia untuk penghentian kekerasan terhadap perempuan
Metode yang digunakan dalam diskusi kampung, yaitu brainstorming, diskusi, briefing, berbagi pengalaman dan argumentasi akan isu kekerasan terhadap perempuan.
|
|
Last Updated on Wednesday, 18 January 2012 12:26 |
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
|
Page 1 of 3 |